Author: superadmin

Gerakan Sosial Kejar Mimpi Maudy Ayunda Gerakan Sosial Kejar Mimpi Maudy Ayunda

Gerakan Sosial Kejar Mimpi Maudy Ayunda – Maudy Ayunda menjadi salah satu artis yang memiliki banyak penggemar, dengan keindahan suaranya ia dapat memikat banyak penggemar, tidak hanya itu prestasinya di bidang pendidikan juga menjadi alasan banyak penggemarnya.

Sesuatu yang besar lahir dari mimpi besar. Ingin berbagi semangat dengan sesama anak muda, penyanyi dan aktris Maudy Ayunda, 23, turut menggagas social movement #KejarMimpi. Dimulai awal tahun lalu, campaign tersebut digerakkan melalui digital maupun terjun langsung mendatangi sekolah dan kampus untuk memberikan workshop ataupun talk show.

“Tujuannya, menyemangati anak-anak muda untuk mengidentifikasi mimpi mereka, merancang strategi sehingga mampu mewujudkannya,” papar Maudy di Jakarta (7/12).

Terinspirasi dari gerakan sosial tersebut, perempuan bernama lengkap Ayunda Faza Maudya itu menciptakan lagu bertajuk sama, Kejar Mimpi, yang diluncurkan Agustus lalu.

“Saya percaya, musik adalah salah satu alat yang powerful untuk menyebarkan pesan positif bagi anak muda,” lanjut peraih bachelor of arts in philosophy, politics, and economics dari University of Oxford itu.

Maudy berharap social movement #KejarMimpi akan terus bertumbuh dan dampak positifnya meluas secara organik. “Membahagiakan sekali saat melihat anak-anak muda zaman sekarang punya mimpi yang inovatif,” ucapnya.

restasinya di bidang karier maupun pendidikan membuat Maudy Ayunda selalu jadi inspirasi khususnya bagi para remaja di tanah air. Antusiasme itu juga terlihat saat Maudy, demikian gadis cantik dengan segudang prestasi ini akrab disapa saat hadir di Leaders Camp Online #KejarMimpi CIMB Niaga 2020.

Di tengah popularitasnya di bidang entertainment, Maudy juga sukses masuk ke Universitas Top dunia yakni meraih gelar S1-nya di Oxford University dan saat ini ia tengah menyelesaikan S-2 di Stanford University, Amerika. Menurut Maudy, keren itu punya mimpi ga cuman satu, namun harus punya banyak mimpi. Dengan berani mencoba banyak mimpi itulah menghantarkan ia mencapai banyak mimpi. Bagi Maudy sendiri, motivasi utama dalam mengejar mimpi, kata Maudy adalah ketika kita memberikan impact yang positif bagi banyak orang.

“ Motivasi utama aku dalam mengejar mimpi, aku orangnya ingin selalu tumbuh ingin menjadi versi lebih baik lagi pada diri aku. Misalnya , aku ingin mencari medium untuk mengubah mindset aku menjadi impact yang positif bagi orang banyak,” tuturnya dalam sharing yang dipandu @agiscevi, co-founder gerakan sosial #KejarMimpi.

Untuk itu, lanjut Maudy, ia pun kolaborasi dengan CIMB Niaga #KejarMimpi yang merupakan suatu gerakan yang sangat pas dengan passionnya di dunia pendidikan dan sosial. “I`m very passionable karena di #KejarMimpi aku bisa ketemu banyak anak muda, bisa memotivasi dan menginspirasi banyak orang. Jadi aku pengen karya aku dapat mengubah dunia secara positif” jelasnya.

Perempuan berusia 25 tahun itu juga merasa bangga sudah menjadi bagian keluarga CIMB Niaga #KejarMimpi. Selama 4 tahun karena telah menebar semangat inspirasi kepada anak muda Indonesia.

“ Aku sangat bangga luar bisa bergabung dalam bagian dari #KejarMimpi, bersama CIMB dulu pertama kali mendiskusikan bagaimana kita harus buat sesuatu untuk anak muda Indonesia yaitu dengan menyebarkan inspirasi dan motivasi anak muda. Aku seneng sekarang followers sudah banyak sekali, kita juga telah menyentuh banyak hati dan pikiran anak muda Indonesia” tegasnya.

Di Leaders Camp yang mengangkat tema “Pantang Menyerah #KejarMimpi” tersebut Maudy juga sharing tentang tips membagi waktu antara karir dan pendidikan. Menurutnya time management sangat penting agar proses dalam mengejar mimpi dapat berjalan dengan baik.

“Mungkin paling utama yang aku sharing, aku bukan orang yang ngebalance semuanya dalam waktu bersamaan. Aku orang yang membagi hidup aku menjadi fase-fase tertentu misalnya, 3 bulan pertama di tahun 2019 aku fokus di bidang musik, 3 bulan berikutnya aku fokus di film , 2 bulan berikutnya aku fokus di application untuk lanjut S2,” tuturnya.

Maudy berpesan agar jangan memaksakan diri untuk multitasking dalam waktu bersamaan karena tidak efektif dan banyak waktu yang terbuang. “Kita bisa fokus, jadi lebih baik membagi hidup kita menjadi fase-fase waktu tertentu daripada semuanya dikerjaan secara bersamaan,“ ungkap Maudy.

Dalam proses mengejar mimpi, pasti setiap orang pernah mengalami down atau gagal, namun bagi Maudy tidak ada mimpi yang tidak tercapai hanya tertunda. Dalam situasi itu, diperlukan grow mindset untuk bangkit dari perasaan down.

“Kita harus memiliki mindset bahwa mimpi itu bukan tidak tercapai namun hanya tertunda, kemudian kita harus memiliki grow mindset atau mindset tumbuh. Tekankan dalam diri untuk menumbuhkan mindset kita harus bisa berkembang. “ jelas pelantun lagu Tiba-Tiba Cinta Datang itu.

Untuk mencapai sebuah mimpi, kata Maudy lagi, kita harus bisa memahami bakat apa yang dimiliki. Ia pun memberikan saran anak-anak muda harus banyak mencoba hal baru seperti dirinya. Hal itu, kata Maudy karena bakat itu ada yang ada sejak lahir ada bakat yang muncul karena diasah.

Baca Juga :Paket Bantuan dari Gerakan Indonesia Perduli

“Waktu SMP dan SMA orangtua aku mendorong aku untuk mencoba sebanyak mungkin aktivitas dan ekstrakulikuler misial ikut musik, main basket, nyanyi, dan lain-lain sampai pada akhirnya aku menemukan yang aku suka yaitu nyanyi. Jadi tumbuhlah kesadaran diri dan kepercayaan diri dari proses itulah aku menemukan elemen-elemen diri aku” ungkapnya.

Banyak anak muda sekarang ini khawatir akan masa depannya, Maudy juga membagi saran mengatasi rasa khawatir dan insecure akan masa depan dengan berani mencoba berbagai kesempatan yang ada.

“Generasi muda itu memiliki pressure yang sangat tinggi untuk buru-buru menemukan passionnya atau bakatnya. Ada ekspetasi memiliki masa depan yang linier seperti kerjaan harus selaras dengan jurusan, harus konsisten dan itu semua membuat aku juga dulu sempat krisis identitas, “ kenangnya.

Untuk itu, kata Maudy, yang harus dilakukan sebagai anak muda adalah harus berani exploreratif,, berani menjalankan hidup untuk membuka mata melihat kesempatan yang dapat dikejar. “Orang yang hanya punya satu mimpi itu berbahaya karena bisa jadi stres kalau ternyata kita ga punya passion sesuai dengan mimpi kita. Sebaiknya, kita memiliki mimpi yang banyak karena kita ga tau mimpi yang mana akan jadi mimpi utama nanti” kata Maudy.

Selain berbagi tentang inspirasi dalam mengejar mimpi, Maudy yang jago berbahasa Inggris sejak masih balita itu juga sharing pengalamannya menggunakan layanan Octo Mobile dari CIMB Niaga. Octo mobile adalah adalah layanan aplikasi perbankan digital dari Bank CIMB Niaga yang merupakan pilihan tepat para Dream Warriors di saat pandemi sekarang ini, dimana selain untuk transaksi Octo Mobile juga bisa digunakan untuk membuka Rekening tabungan pertama.

Paket Bantuan dari Gerakan Indonesia Perduli Paket Bantuan dari Gerakan Indonesia Perduli

Paket Bantuan dari Gerakan Indonesia Perduli – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang paket bantuan yang diberikan Gerakan Peduli Indonesia kepada masyarakat.

Pandemi Covid-19 membawa dampak ekonomi cukup berat bagi masyarakat, terutama yang bekerja di sektor informal. Dampak ekonomi juga memukul masyarakat miskin atau kaum dhuafa, serta mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan tanpa gaji.

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Keuskupan Agung Pontianak melalui Yayasan Landak Bersatu, dan Yayasan Pena Mas Mulia, bekerjasama membentuk Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu untuk merespons cepat derita yang dirasakan masyarakat terdampak Covid-19.

Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu bergerak cepat menghimpun segala daya upaya untuk mengetuk kepedulian pada donatur untuk bersama melakukan aksi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak Covid-19 berupa bantuan bahan pokok pangan atau sembako. Aksi kemanusiaan ini digalang di Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Selanjutnya menyusul provinsi seperti Jawa Barat dan di luar Pulau Jawa lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, penyaluran bantuan paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian kepada warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Hari ini, bantuan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan akan mulai disalurkan sebanyak 3.450 paket. “Sebelumnya, bantuan sudah dan sedang disalurkan di Jawa Timur. Setelah Jabodetabek menyusul Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Doakan saja, donasi bagi masyarakat ini terus disalurkan dari para dermawan,” ujarnya sat launching distribusi bantuan kemanusian Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu untuk Jabodetabek, di Kantor GP Ansor, Jakarta (20/4/2020).

Yaqut menjelaskan, bantuan kemanusiaan ini merupakan spirit gotong royong. “Gotong royong ini spirit asli bangsa Indonesia. Model aksi kemanusiaan dengan gotong royong berbagai organisasi lintas iman dan lintas pemangku kepentingan ini model ideal yang mencerminkan persatuan bangsa dan kepedulian terhadap sesama. Melalui gotong royong pula distribusi bantuan ke masyarakat dilakukan para kader GP Ansor dan Banser. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap,” jelas Gus Yaqut, sapaan akrabnya, didampingi Sekjen GP Ansor Abdul Rochman.

Sementara, mewakili unsur pelaku usaha yang berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu, Arvin F. Iskandar dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengatakan, aksi kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama sebagai anak bangsa mulai rohaniwan, pelaku usaha, pegiat LSM, ormas, dan banyak warga masyarakat lainnya.

Sedangkan, Theresia Rustandi, tokoh perempuan sekaligus pelaku usaha dari PT Intiland Development Tbk, menambahkan, gerakan kemanusiaan ini adalah tanggung jawab setiap anak bangsa untuk ikut berperan dalam pandemi ini. “Ayo, jangan hanya menjadi penonton dan berpangku tangan,” ujarnya.

Baca Juga :Perlunya Gerakan Sosial dalam Pandemi Covid-19

“Pandemi global ini datang tanpa melihat siapa orangnya, apa agama, ataupun sukunya. Duka dan kecemasan mereka merupakan duka dan kecemasan kita semua. Karena itu, kami menyeru kepada berbagai elemen bangsa untuk peduli dan bersatu untuk menjaga bangsa kita dalam menghadapi kondisi ini,” tambah Ditto Santoso, mewakili Yayasan Penamas Mulia dan Yayasan Landak Bersatu.

Untuk diketahui, Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu merupakan kolaborasi yang digagas Pengurus Pusat GP Ansor, Yayasan Landak Bersatu, dan Yayasan Penamas Mulia dengan melibatkan berbagai elemen lintas agama, lintas pemangku kepentingan, dan lintas sector. Gerakan ini didukung para filantropis dan perusahaan yang peduli dalam naungan REI, PT Intiland Development Tbk, Ahabe Group, dan Mayora Group. Gerakan ini merupakan wujud karya kemanusiaan sekaligus wahana untuk mempromosikan semangat keragaman dan persatuan bangsa.

Perlunya Gerakan Sosial dalam Pandemi Covid-19 Perlunya Gerakan Sosial dalam Pandemi Covid-19

Perlunya Gerakan Sosial dalam Pandemi Covid-19 – Gerakan sosial merupakan aktivitas sebuah kelompok atau oraganisasi yang secara spesifik berfokus pada isu-isu dan masalah sosial. Indonesia baru mengkonfirmasi secara resmi kasus pertama Covid-19 atau yang dikenal dengan virus korona pada 2 Maret 2020 lalu. Setelah itu angka kasus positif Covid-19 terus bertumbuh secara eksponensial. Per 8 April yang positif sudah 2.956 orangf.

Tidak hanya Indonesia, hampir 200 negara lebih di dunia berperang melawan Covid-19. Data dari global yang dikeluarkan Pusat Studi Virus Corona Universitas John Hopkins menunjukkan korban meninggal akibat Covid-19 di dunia menembus angka 60.000, Sekarang sekurangnya 1,4 juta penduduk di planet ini terinfeksi virus mematikan ini.

Terkait kasus Covid-19 di Indonesia, berbagai prediksi kemudian dibuat oleh para peneliti. Salah satunya Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memprediksi bahwa pendemi Covid-19 akan berakhir di Indonesia pada akhir Mei hingga awal Juni 2020. Artinya, Covid-19 itu belum berakhir saat memasuki mudik Lebaran 2020. Hal yang sama juga dilakukan oleh peneliti Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris. Mereka mengembangkan pemodelan Matematika untuk memprediksi secara kasar kemungkinan jumlah kasus penyebaran Covid-19 di suatu negara berdasarkan jumlah kematian. Mereka mengatakan bahwa ratusan ribu kasus Covid-19 di Indonesia tidak terdeteksi.

Berdasarkan data, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 8,7 persen. Namun, angka pengetesan Covid-19 di Indonesia termasuk yang terendah di dunia. Kemudian kemungkinan ada 1 juta kasus di Indonesia, hal itu mungkin akan terjadi. Kemungkinan ini berkaca dari tingginya populasi di Indonesia dengan 270 juta penduduk.

Tentu kita tidak ingin menghendaki skenario itu akan terjadi. Tetapi kita layak untuk khawatir dan sekaligus waspada terhadap penyebaran pendemi Covid-19 ini, karena seperti yang diketahui bahwa layanan kesehatan rumah sakit di Indonesia tidak lebih baik dengan negara-negara lainnya, Amerika Serikat misalnya yang merupakan negara yang maju dalam hal kesehatan pun sudah babak belur dengan angka kematian tertinggi di dunia yang diakibatkan oleh Covid-19.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kita sering mendengar dan membaca berita layanan kesehatan kita sudah kewalahan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya berita tentang kurangnya APD (Alat Pelindung Diri), respirator, ataupun ruang perawatan hanyalah sedikit bukti bahwa layanan kesehatan Indonesia tidak siap menghadapi wabah. Jika seandainya kita hubungkan dengan penelitian dari Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris. Tentu hal ini sungguh amat mengerikan, runtunhya layananan kesehatan publik, dan juga tentunya akan berdampak secara sosial, ekonomi, dan politik. Maka perlunya gerakan sosial untuk menghadapi Covid-19 ini.

Gerakan Sosial

Diani dan Bison mendefinisikannya sebagai sebentuk aksi kolektif dengan orientasi konfliktual yang jelas terhadap lawan sosial dan politik tertentu, dilakukan dalam konteks jejaring lintas kelembagaan yang erat oleh aktor-aktor yang diikat rasa solidaritas dan identitas kolektif yang kuat maelebihi bentuk-bentuk ikatan dalam koalisi dan kampanye bersama. Secara singkat, gerakan sosial adalah aksi organisasi atau kelompok masyarakat sipil mendukung atau menentang perubahan sosial.

Baca Juga: Sosialisme di Indonesia Dari Sneevliet Hingga Soekarno

Salah satu pendekatan dalam gerakan sosial yakni mobilisasi sumber daya (Resource Mobilization), yaitu terdapat distribusi yang tidak merata atau ketimpangan terhadap sumber daya yang ada di masyarakat. Ia dapat dibagi kedalam dua jenis, yaitu sumber daya material seperti uang, organisasi, tenaga kerja, teknologi, sarana komunikasi, dan media massa. Di sisi lainnya terdapat sumber daya non-material meliputi legitimasi, loyalitas, hubungan sosial, jaringan, hubungan pribadi, perhatian publik, otoritas, komitmen moral, dan solidaritas

Berdasarkan dari pejelasan tersebut, maka diperlukan gerakan sosial di dalam masyarakat untuk bekerja sama melawan Covid-19 ini. Karena sudah ribuan yang positif terkena virus ini dan angka korban akan terus bertambah jika kita lalai dan tidak mempunyai persatuan dalam menghadapi pandemi ini. Kita tetap harus waspada sampai angka kasus ini berhenti dengan mentaati imbauan dari pihak seperti pemerintah, dokter, atau pihak kesehatan. Hal ini betujuan memberhentikan laju penyebaran Covid-19. Imbauan seperti mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun, memakai masker, dan imbauan social distancing atau physical distancing harus dimasifkan sosialisasinya kepada masyarakat. Terutama pada masyakarat yang tempat tinggalnya jauh dari akses informasi. Sosialisasi ini amat perlu dilakukan khususnya seorang yang memiliki kemampuan persuasi dengan kerja sama tim yang kuat. begitupun ormas (organisasi masyarakat) harus saling bekerja sama untuk membantu masyarakat lainnya, seperti melakukan donasi ataupun membantu alat medis yang dibutuhkan oleh rumah sakit.

Selain dari itu, situasi di ambang krisis sosial seperti saat ini juga diperlukan kepemimpinan yang decisive, yaitu pemimpin yang memiliki komando dan kontrol atas komandonya. Juga, kepercayaan masyarakat atas komando tersebut yang dimaksudkan sebesar-besarnya untuk keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, saatnya simpul masyarakat diperkuat untuk melawan Covid-19. Sinergitas antara masyarakat, semisalnya kelompok intelektual, pemuda, pemuka agama, serta organisasi masyarakat mesti terbangun. Kontrak sosial harus dikawal dan dipastikan terlaksana sebaik mungkin. Sebagai jembatan penghubung antar sesama masyarakat untuk menciptakan gerakan sosial dalam melawan Covid-19.

Sosialisme-di-Indonesia-Dari-Sneevliet-Hingga-Soekarno Sosialisme-di-Indonesia-Dari-Sneevliet-Hingga-Soekarno

pergerakansosialisApakah “sosialisme” masih terlalu seram di pendengaran kita? Jika iya, besar kemungkinan ungkapan “sejarah adalah milik penguasa” telah berhasil dijalankan oleh Soeharto dan tentara sejak mereka berkuasa di tahun 1966. Semua aspek dan pengaruh sosialisme di Indonesia dapat segera dibuat hilang dan terlarang, seperti juga penghilangan para pengikutnya dalam babak kelam sejarah Indonesia. Tetapi bagi yang berpikiran maju dan sadar sejarah, penting untuk membongkar kembali catatan-catatan yang telah dipalsukan demi penguasa, agar makna dari apa yang telah berlalu dapat jadi amunisi penguat untuk perjuangan rakyat Indonesia di masa depan.

Tertancapnya ideologi hingga ke akar-akarnya

sneevliet

 

 

 

Tidak ada yang lebih bertanggung jawab dalam menancapkan sosialisme di negeri Indonesia (dulu Hindia Belanda) selain sebuah organisasi kaum sosialis yang dibangun tahun 1914: ISDV (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Organisasi ini pada awalnya merupakan kumpulan dari kaum sosialis Belanda yang bekerja di Hindia-Belanda, dan dibentuk atas kegelisahan seorang sosialis Belanda yang berhadapan dengan kondisi-kondisi sosial-politik Hindia Belanda saat itu. Sneevliet namanya. Atau lengkapnya Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet. Kedatangannya ke Hindia Belanda tahun 1913 dan berkerja di Soerjabajaasch Handelsblad (sebuah surat kabar di Surabaya) telah membawanya menjadi tonggak awal dari kemunculan ide-ide Sosialisme di Indonesia. Namun sebelum memulainya, Sneevliet harus bertemu terlebih dahulu dengan sebuah perdebatan awal didalam ISDV tentang tugas kaum sosialis Belanda di Hindia-Belanda (Indonesia).

Saat itu ISDV mengerti betul bahwa penjajahan Belanda di Indonesia dalam bentuk kolonialisme (pemerintahan Hindia Belanda) merupakan bagian langsung dari cara untuk mempertahankan Kapitalisme di Eropa dan Amerika (Imperialisme). Tetapi mereka masih berbeda pandangan tentang apakah sudah saatnya untuk mempropagandakan ide-ide sosialisme dan mendorong kemerdekaan pada masyarakat Hindia Belanda. Pihak yang lebih moderat (yang di kemudian hari berpecah dengan ISDV) lebih menekankan pada tugas-tugas kajian bagi kepentingan fraksi SDAP (Partai Sosial Demokrat Belanda) di parlemen Belanda. Sneevliet akhirnya harus berkompromi, dimana selain mempropagandakan ide-ide sosialisme dan kajian-kajian bagi kepentingan SDAP, ISDV disepakati hanya berurusan dengan politik sebatas apa yang tidak dilarang oleh peraturan kolonial.

Namun demikian, dalam deklarasi prinsip nya ISDV telah memasukkan prinsip “perjuangan kelas” dan makna kemerdekaan dalam tujuan organisasinya, berbeda dari organisasi-organisasi pergerakan sebelumnya yang lebih menekankan segi kebangsaan (seperti Boedi Oetomo atau Indische Partij) atau keagamaan (seperti Serikat Islam):

“persatuan sosial demokrat Hindia Belanda memiliki tujuan bagi pengorganisasian pendudukan Hindia, terutama kaum proletar dan kaum petani tanpa memandang ras dan agama, untuk membentuk suatu partai politik independen yang akan memimpin perjuangan kelas melawan penguasa kelas kapitalis asing di tanah air, dengan demikian melakukan satu-satunya perjuangan yang mungkin mencapai pembebasan nasional. Gerakan ini memberikan segala dukungan yang mungkin pada setiap gerakan ekonomi dan politik rakyat sejauh gerakan itu memperkuat kedudukan pendudukan melawan kelas penguasa” [huruf tebal dari penulis]

ISDV kemudian mulai mengeluarkan pandangan-pandangan sosialisnya dalam terbitan “Het Vrije Woord“ (Suara Kemerdekaan) pada tahun 1915. Walau masih menggunakan bahasa Belanda, tulisan-tulisan dalam terbitan ini ternyata ikut mempopulerkan ISDV dan gagasan Sosialisme di kalangan pemimpin pergerakan rakyat Hindia Belanda ketika itu. Pada 1917 ISDV meluaskan pandangannya dengan penerbitan berbahasa Melayu/Indonesia, “Soeara Merdeka”.

Namun terbitan yang cukup menuai popularitas itu ternyata terasa masih kurang disaat ISDV belum berhasil melahirkan sebuah gerakan berbasis massa yang menjadi syarat dari kemerdekaan rakyat. Saat itu faksi Snevliet yang lebih menekankan sisi agitasi-propaganda dan aksi di ISDV memulai propagandanya menentang pemerintah (salah satunya dalam menentang kriminalisasi terhadap jurnalis Indonesia – Marco Kartodikromo – dan menolak rencana milisi bumi putera menghadapi Perang Dunia I). Faksi Sneevliet juga mulai mempengaruhi organisasi-organisasi massa besar seperti insulinde dan Serikat Islam. Usaha ini dilakukan karena ISDV membutuhkan pengikut sosialis dari kalangan pribumi untuk tampil memimpin dan mengorganisasikan perjuangan rakyat, sebagai suatu hal yang sulit dilakukan oleh kaum sosialis berkebangsaan Belanda. Hingga akhirnya Serikat Islam terbukti menjadi tempat yang subur bagi pertumbuhan pemikiran sosialis di kalangan pribumi, dan menjadikan gerakan berbasis massa yang diharapkan Sneevliet mendapatkan sejarahnya di Indonesia.

Serikat Islam sendiri pada awalnya merupakan organisasi para pedagang pribumi yang ingin menghempang dominasi pedagang-pedagang dari timur asing dan eropa. Tidak ada niat apapun untuk menghentikan pemerintahan kolonial Belanda selain hanya meminta sedikit ruang hidup dalam perdagangan. Namun kepopulerannya lewat simbol islam (yang menjadi salah satu identitas pribumi saat itu) membuat penduduk pribumi yang berasal dari ‘kelas bawah’ sering menjadikannya simbol perlawanan dan (karena pembukaan keanggotaan SI secara luas) akhirnya membuat rakyat berkumpul didalamnya. Semaun, Darsono maupun Alimin (yang kemudian menjadi kaum sosialis) pertama kali dilahirkan dari organisasi ini.

Sedangkan, disaat pandangan-pandangan sosialis telah mengalir deras dan meraih kepopuleran dalam tubuh SI khususnya cabang Semarang, dan setelah peristiwa revolusi Rusia 1917 yang tersiar ke pelosok dunia, tokoh-tokoh pergerakan Indonesia dari yang berpandangan nasionalis sampai islam, dari Tjokroaminoto sampai Soekarno, mulai ikut gandrung untuk mempelajari karya-karya Marx dan Engels, khususnya yang berjudul Das Capital (Modal). Dan saat itu dapat dikatakan, tidak ada pemimpin pergerakan yang menolak tujuan-tujuan sosialisme secara umum (yang dianggap sebagai tujuan persamaan antara sesama manusia tanpa penindasan).

Jatuh-bangun, perpecahan dan persebaran

PKI

 

 

 

Pengusungan prinsip dan tujuan sosialisme kedalam sebuah partai politik akhirnya terjadi pada tahun 1920, yaitu hasil dari perubahan ISDV sendiri menjadi Partai Komunis Indonesia. Dalam komposisi ISDV yang sudah banyak memiliki anggota dari kaum buruh dan pribumi, momentum pendirian partai bernama komunis didorong oleh dua hal. Pertama, terbentuknya Internasional Komunis pada 1919, yang sekaligus mematenkan nama ‘komunis’ secara internasional untuk membedakan diri dari sosial-demokrat secara internasional yang berkhianat pada perjuangan kelas—lalu menggusarkan pemimpin ISDV atas nama ‘sosial-demokrasi’ yang disandangnya. Kedua, faksi yang lebih moderat dalam ISDV kemudian membentuk organ terpisah yang bernama ISDP—sehingga ikut melahirkan masalah kemiripan penyebutan ‘v’ dengan ‘p’ di kalangan pribumi. PKI akhirnya bergabung dengan Komunis Internasional (Komintern).

Namun permasalahan prinsip dan karakter Internasional yang menjadi salah satu prinsip sosialisme akhirnya menuai pertentangan tajam dikalanga

n yang mengakui tujuan-tujuan sosialisme, baik yang berada didalam PKI maupun yang kemudian tumbuh diluar PKI (semisal yang berada didalam PSI, PNI, PARI, maupun Murba). Kelompok-kelompok yang tumbuh diluar PKI merasa ada ‘jalan lain’ diluar dari apa yang dikatakan Marx dan diluar dari apa yang terjadi di Rusia pada tahun 1917; yang ‘lebih berkarakter Indonesia’ dalam bentuk-bentuk “sosialisme islam/religius”, “marhaenisme”, ataupun “sosialisme-demokrasi/kerakyatan” yang menolak prinsip perjuangan kelas dan internasionalisme.

Sedangkan didalam PKI sendiri kebijakan Komintern saat itu untuk bekerjasama dengan kalangan nasionalis revolusioner atau borjuis-demokratik (demi kemerdekaan nasional) juga sempat membuat kegagapan. Sebagian besar pemimpin meyakini dukungan terhadap nasionalisme (yang dibawa oleh kelas pedagang) sama saja membiarkan perjuangan kelas berada dibawah perjuangan nasional dan ikut menyudutkan kaum sosialis berkebangsaan Belanda. Mereka meyakini bahwa hanya perjuangan kelas (kaum proletariat dan kaum tani) yang mampu menjadi dasar dari pembebasan/kemerdekaan nasional yang sejati.

Pertentangan-pertentangan lain antara Komintern dengan sebagian pemimpin PKI juga terjadi pada soal keterlibatan didalam Volksraad (semacam Dewan Perwakilan Rakyat) ataupun kerjasama dengan Pan-Islamisme. Ketegangan ini diperparah dengan terlambatnya resolusi khusus Komintern pada persoalan-persoalan di Asia khususnya Indonesia (yang menurut sebagian pemimpin PKI berbeda dengan India maupun Mesir), dan membuat beberapa pemimpin PKI beberapa kali menghiraukan kebijakan Komintern. Demikian pula Komintern sempat menuding PKI sedang bergerak ke ‘ekstrem kiri.’

Baca Juga : Pers Berperan dalam Pergerakan Nasional Indonesia

Tetapi, periode pembangunan perlawanan rakyat (1920-1926) melalui metode aksi massa dan mogok kerja yang dipimpin oleh PKI dan SI ketika itu telah membuat pengaktifan perlawanan massa rakyat mulai sampai pada usaha-usaha (politik) penumbangan pemerintah kolonial. Dan ditahun 1926, beberapa faksi PKI ‘dipaksa’ oleh ancaman pemerintah dan agitasi revolusioner mereka sendiri—yang membuat anggota dari kaum pribumi yang memiliki sentimen anti-kolonial yang tinggi membengkak jumlahnya—untuk melakukan pemberontakan segera. Walau berhasil dipatahkan dengan mudah dan kemudian PKI dilarang, pemberontakan ini ikut memberi inspirasi bagi pejuang-pejuang rakyat yang bertumbuhan di periode selanjutnya untuk mendorong kemerdekaan lebih serius lagi. Dikalangan PKI sendiri terjadi perpecahan besar dalam mengevaluasi peristiwa ini.

Dilarangnya PKI tidak membuat pandangan-pandangan sosialisme sama sekali hilang dari dunia pergerakan. Prinsip-prinsip kesetaraan antar bangsa, ras, agama, maupun kedudukan sosial (yang awalnya diterangi oleh Sosialisme), walau dijalankan dalam praktek politik yang berbeda-beda sekaligus membingungkan, telah juga merasuk kedalam gerakan kemerdekaan nasional hingga terwujudnya di tahun 1945. Saat itu kaum yang menamakan diri sebagai sosialis memang telah berpencar kedalam berbagai organisasi dan menerapkan strategi-taktik yang berbeda-beda pula dalam menyongsong kemerdekaan nasional.

Dengan dibukanya demokrasi setelah kemerdekaan, PKI akhirnya kembali ke permukaan dan berhasil mengkonsolidasi diri dengan cepat, sehingga pada pemilu pertama tahun 1955 mampu menjadi partai ke empat terbesar di Indonesia. Polarisasi kekuatan-kekuatan penggerak kemerdekaan yang dianggap sudah mengakar di Indonesia menggiring Soekarno pada suatu konsep aliansi 3 kekuatan besar di Indonesia: Nasionalis, Agama dan Komunis (NASAKOM). Namun kelompok-kelompok sosialis yang berseberangan dengan kebijakan Soekarno (khususnya soal perjanjian KMB) akhirnya semakin menjauhkan diri dari garis politik PKI di era Soekarno.

Setelah mendapat banyak pelajaran politik dari periode kemerdekaan (kemajuan dan kemunduran, persatuan dan perpecahan), peristiwa G30S tahun 1965 yang dituduhkan pada PKI akhirnya menutup lembar terbuka sosialisme di Indonesia. Tidak begitu jelas alasan yang dialamatkan pada PKI dalam membunuh para Jendral dan menjatuhkan Soekarno saat itu. Banyak buku dan kisah yang memberi analisa ilmiah tentang peristiwa ini. Tapi yang ironis, peristiwa lubang buaya telah dijadikan alasan bagi Soeharto untuk membubarkan PKI dan melakukan pembunuhan massal terhadap jutaan rakyat pendukung PKI (ditaksir mencapai 1,5 juta). Alasan pembantaian ini menjadi lebih jelas setelahnya, ketika Soeharto membawa kembali penjajahan baru ke Indonesia melalui kontrak dengan modal asing.

Menimang masa depan

Begitulah jalannya sejarah kita, bahwa sosialisme telah meninggalkan bekas pada jiwa perlawanan rakyat Indonesia menghadapi penindasan di lapangan apapun. Alasan yang menyebabkan mengapa pandangan sosialis sering dimusuhi oleh berbagai jenis pemerintahan dari kolonial hingga orde baru, dan yang membuatnya harus jatuh-bangun, adalah terutama karena pandangan nya yang tajam dalam melihat ‘masyarakat berkelas’ yang dipertahankan para pemilik modal. Dengan mengambil sudut pandang ‘kelas’ pada aspek perjuangannya, kaum sosialis telah membuat ‘terang’ hakikat dari penindasan yang terjadi dalam diri rakyat Indonesia. Tentu dalam serangkaian ketajaman, sosialisme tetap tidak dapat dijalankan tanpa merebut kekuasaan (politik), hal yang akhirnya menuai banyak perpecahan juga dalam memandang cara-caranya (strategi-taktik politik).

Sejalan dengan ketajamannya, kaum sosialis telah dipupuk untuk menjadi pejuang yang paling militan di setiap arena perlawanan dalam sejarah. Snevliet sampai harus meninggalkan pekerjaannya yang bergaji tinggi untuk turut dalam pembangunan sosialisme di Indonesia. Tan Malaka sampai harus masuk penjara berkali-kali. Sedangkan Semaun, Darsono, Alimin, Pramudya Ananta Toer dan beribu-ribu pejuang lainnya harus melewati penangkapan, pembuangan dan pengasingan untuk mewujudkan kemerdekaan dan pembebasan rakyat.

Sebagai dasar negara, Pancasila yang diilhami oleh Soekarno juga tidak dapat ditolak telah mendapat pengaruh dari pandangan-pandangan sosialis. Soekarno bahkan sudah mengatakan dengan tegas bahwa arah dari kemerdekaan Indonesia adalah sosialisme. Selain butir kelima yang sedikit-banyak mencerminkan ke”sama-rata”an, butir kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) juga telah mendekati karakter internasional yang sebelumnya tidak dikenal dalam Budi Utomo, Indische Partij, Serikat Islam, maupun PNI.

Memang, berbagai pelajaran dan peraturan sedang terus dikeluarkan pemerintah untuk menghempang pandangan dan gerakan sosialis, termasuk dengan menutupi sejarah peran kaum sosialis dalam kemerdekaan. Namun, ideologi sosialisme telah terlanjur menyatu dengan jiwa perlawanan rakyat Indonesia yang kokoh, sehingga semakin memperjelas kepentingan apa yang berada dibalik kekuasaan pemerintah yang melarangnya, yaitu modal.

Saat ini, pemikiran sosialis ditantang untuk terus menajamkan pandangan berikut strategi-taktik politiknya. Laju krisis kapitalisme yang bertubi-tubi dan menimbulkan pergolakan rakyat di seluruh dunia beserta bukti terus-menerus pemerintahan yang berpihak pada kaum modal telah menjadi ‘pintu lebar’ dari gagasan sosialisme untuk menjelaskan pada rakyat Indonesia dan mendaratkan cita-citanya: Pemerintahan rakyat, Kesejahteraan rakyat, dan Kepemilikan sosial/kolektif atas alat produksi.

Pers-Berperan-dalam-Pergerakan-Nasional-Indonesia Pers-Berperan-dalam-Pergerakan-Nasional-Indonesia

pergerakansosialis –  Surat kabar yang oleh sebagian ahli diidentifikasi sebagai surat kabar pertama yang dimiliki dan dierbitkan oleh bangsa Indonesia adalah Medan Priyayi yang diterbitkan oleh R.M. Tirtoadisuryo tahun 1907.3) Dan pendiri Medan Priyayi dianggap dianggap sebagai wartawan pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat untuk membentuk pendapat umum. Seiring dengan meningkatnya kesadaran kebangsaan yang aktualisasinya nampak dari semakin banyaknya organisasi pergerakan, maka pers nasional juga semakin menempatkan kedudukannya sebagai alat perjuangan pergerakan. Biasanya tokoh pergerakan terlibat dalam kegiatan jurnalistik, bahkan banyak di antaranya yang memulai aktivitasnya melalui profesi jurnalis.4)

Hampir semua organisasi pergerakan pada masa itu memiliki dan menggunakan surat kabar atau majalah untuk menyuarakan ide-ide dan aspirasi perjuangannya. Bung Karno ketika memberikan kata sambutan pada hari ulang tahun koran “Sipatahoenan” yang ke-10 di tahun 1933, mengatakan bahwa tiada perjuangan kemerdekaan secara modern yang tidak perlu memakai penyuluhan, propaganda dan agitasi dengan pers.5) Pengakuan semacam ini diungkap pula oleh Muhammad Hatta sewaktu membina koran PNI Baru, “Daulat Rakjat”, yakni:
Memang majalah gunanya untuk menambah pengetahuan, menambah pengertian dan menambah keinsyafan. Dan bertambah insyaf kaum pergerakan akan kewajiban dan makna bergerak, bertambah tahu kita mencari jalan bergerak. Sebab itu majalah menjadi pemimpin pada tempatnya. Dan anggauta-anggauta pergerakan yang mau memenuhi kewajibannya dalam perjuangan tidak dapat terpisah dari majalahnya.6)

Pengakuan yang diungkapkan oleh kedua kampiun pergerakan tersebut memberi gambaran akan pentingnya peranan pers dalam perjuangan pergerakan nasional.
Budi Utomo pada awal pertumbuhannya telah mengambil alih Dharmo Kondo, majalah yang sebelumnya dimiliki dan diterbitkan oleh orang Cina.7) Setelah mengalami masa pasang surut dalam perkembangannya, harian Dharmo Kondo berubah nama menjadi Pewarta Oemoem, dan menjadi pembawa suara Partai Indonesia Raya (Parindra). Selain Dharmo Kondo, Budi Utomo pernah juga menerbitkan Budi Utomo (1920), Adilpalamerta (1929), dan Toentoenan Desa pada tahun 1930.8)
Sementara itu Sarekat Islam setelah mengadakan kongresnya yang pertama pada tahun 1931 di Surabaya, menerbitkan Oetoesan Hindia. SI juga menerbitkan Bendera Islam, Sarotama, Medan Moelimin, Sinar Djawa, Teradjoe.9)

Baca Juga : Sejarah Dari Pergerakan Nasional

Indische Partij di bawah pimpinan Tiga Serangkai menjadikan Het Tijdsichrift dan De Expres sebagai alat propagandanya. Melalui kedua media ini, tulisan-tulisan tokoh Indische Partij dimuat. Di antaranya yang terkenal adalah tulisan Suardi Suryaningrat yang berjudul Als ik eens Nederlander was (Andaikata Aku Seorang Belanda).10)
Lahirnya PKI (1920) makin menambah jumlah surat kabar partai. Pada akhir tahun 1926, tercatat lebih dari dua puluh penerbitan PKI yang tersebar di berbagai kota.
Di lain tempat, organisasi pergerakan yang ada di negeri Belanda, Perhimpunan Indonesia telah menerbitkan medianya Indonesia Merdeka yang sebelumnya bernama Hindia Putera.11) Tulisan-tulisan tokoh PI dalam majalah tersebut banyak berpengaruh terhadap perjuangan pergerakan di tanah air.
Bukan hanya organisasi politik yang menerbitkan pers, tapi organisasi kedaerahan, organisasi kepemudaan, organisasi yang bersifat sosial keagamaan turut pula menerbitkan surat kabar atau majalah. Para perkumpulan ini telah menyadari pentingnya sebuah media pers untuk menyampaikan aspirasi perjuangan.
Syamsul Basri menjelaskan peranan pers yang menentukan dalam perjuangan pergerakan nasional, yakni:

  • Menyadarkan masyarakat/bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan adalah hak yang harus diperjuangkan
  • Membangkitkan dan mengembangkan rasa percaya diri, sebagai syarat utama memperoleh kemerdekaan
  • Membangkitkan dan mengembangkan rasa persatuan
  • Membuka mata bangsa Indonesia terhadap politik dan praktek kolonial Belanda.12)

Demikianlah peranan pers nasional sebagai alat perjuangan dengan orientasinya yang mendukung perjuangan pergerakan nasional telah mengambil bagian penting dari epsidoe perjuangan dalam upaya mencapai kemerdekaan. Di samping sebagai wadah di mana ide-ide dan aspirasi organisasi disuarakan, juga telah berperan dalam menyadarkan dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan yang kemudian menjadi senjata ampuh melawan politik devide et impera Belanda.

Sejarah-Dari-Pergerakan-Nasional Sejarah-Dari-Pergerakan-Nasional

pergerakansosialisMasa penjajahan bangsa Eropa di Indonesia sangat menyedihkan dan menyakitkan. Bangsa Indonesia saat itu hidup bagaikan budak di negeri sendiri. Selain tenaga mereka yang diperas untuk menjadi budak, bangsa Indonesia atau pribumi diwajibkan untuk menyetor pajak atau hasil pertanian. Tidak ada akses pendidikan untuk pribumi. Bahkan, kaum pribumi tidak mendapatkan pelayanan publik yang baik. Kemiskinan merajalela dan musibah kelaparan terjadi di mana-mana.

Sayangnya, tidak ada yang berani melawan penjajah pada saat itu. Kaum pribumi takut jika melawan, mereka akan mendapat hukuman yang kejam dan mengerikan. Sehingga, penjajah semakin semena-mena terhadap kaum pribumi.

Masa penjajahan ini berlangsung sangat lama, hingga ratusan tahun. Selama berabad-abad, kaum pribumi mengalami masa-masa kelam dalam ketidak pastian. Hidup di bawah garis kemiskinan, tanpa akses pendidikan ataupun pelayanan publik yang baik. Hasil panen dan jerih payah mereka pun harus diserahkan sebagian kepada penguasa.

Ketika para penjajah ini dianggap melukai rasa keadilan, mengoyak martabat dan harga diri, serta melahirkan penderitaan, barulah muncul perlawanan. Perlawanan ini awalnya dilakukan oleh pemimpin atau tokoh yang dianggap kharismatik dan memiliki pengaruh di masyarakat. Umumnya, perlawanan ini dipimpin oleh raja, bangsawan, pemuka agama, bahkan rakyat biasa yang diyakini memiliki kesaktian atau kekuatan lebih.

Perlawanan ini bersifat kedaerahan atau lokal. Mereka hanya akan melakukan perlawanan ketika wilayah mereka diganggu. Pun, mereka tidak akan membantu wilayah lain yang bukan menjadi urusan mereka.

LAHIRNYA POLITIK ETIS

Penjajahan yang berlangsung selama berabad-abad ini ternyata mendorong seorang wartawan untuk mengkritik pemerintah Hindia Belanda. Wartawan dari koran De Locomotief bernama Pieter menullis sindiran sikap tak acuh Eropa di Hindia Belanda ketika terjadi wabah kolera yang menimbulkan banyak korban jiwa bagi masyarakat pribumi. Selain itu, C. Th. van Deventer, seorang ahli hukum Belanda mengkritik sistem tanam paksa.

Kritik ini menyatakan bahwa pemerintah Belanda memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemerintah Belanda harus membayar hutang budi dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara jajahan.

Kritik-kritik ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah kolonial Belanda dan membuat Ratu Wilhelmina memunculkan kebijakan baru bagi daerah jajahan. Kebijakan ini dikenal dengan politik etis. Kebijakan ini dituangkan dalam program Trias van Deventer. Program ini diterapkan di Indonesia pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Alexander W. F. Idenburg pada tahun 1909 sampai tahun 1916.

Ada tiga program penting dalam politik etis, yaitu irigasi, imigrasi, dan edukasi. Irigasi diperlukan untuk membangun dan memperbaiki pengairan dan bendungan untuk pertanian. Migrasi dilakukan untuk mendorong transmigrasi demi keseimbangan jumlah penduduk di berbagai kota pada masa itu. Sedangkan edukasi dilaksanakan untuk memperluas bidang pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi di Hindia Belanda.

Meski terlihat seperti sebuah rencana program yang baik, sayangnya pemerintah Hindia Belanda menjalankannya dengan semena-mena. Irigasi justru digunakan untuk mengairi perkebunan milik Belanda dan tidak menyentuh lahan pertanian masyarakat setempat. Program imigrasi dimanfaatkan untuk mengirimkan tenaga kerja murah untuk dipekerjakan di wilayah Sumatera. Sedangkan program edukasi dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang diperlukan oleh pemerintah kolonial. Program politik etis pada akhirnya tidak memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia pada saat itu.

Baca Juga : Pergerakan Sosial Di Tanah Partikelir Pamanukan Dan Ciasem 1913

TUMBUHNYA KESADARAN KEBANGSAAN

Dari tiga program Trias van Deventer, program edukasi menjadi program yang paling berpengaruh bagi masyarakat di Hindia Belanda. Adanya program edukasi ini melahirkan golongan elit baru di Indonesia yang disebut sebagai golongan priyayi.

Golongan priyayi adalah golongan yang mengenyam pendidikan di sekolah yang dibentuk oleh pemerintah kolonial. Sekolah-sekolah yang dibentuk oleh pemerintah kolonial ini menerapkan pendidikan gaya barat. Seusai sekolah, golongan priyayi tersebut banyak yang berprofesi sebagai dokter, guru, jurnalis, dan pegawai pemerintahan.

Selain profesi yang lebih menjanjikan, golongan ini memiliki pemikiran yang lebih maju serta sadar terhadap penindasan-penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Kemunculan golongan priyayi mengubah corak perjuangan masyarakat dalam melawan penindasan pemerintah kolonial, yang tadinya bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional. Inilah titik awal pergerakan nasional dimulai.

PERGERAKAN NASIONAL

Pergerakan nasional dipimpin oleh para kaum terpelajar. Menurut mereka, perlawanan fisik sudah tidak lagi relevan untuk melawan penindasan pemerintah kolonial. Oleh karena itu, mereka membentuk organisasi-organisasi sebagai motor penggerak perlawanan.

Akhirnya, lahirlah berbagai organisasi kebangsaan untuk pertama kalinya pada kurun waktu 1908 hingga 1920. Terdapat tiga organisasi pergerakan nasional yang lahir pada periode ini, yaitu Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij. Organisasi-organisasi ini lebih mengedepankan diplomasi ketimbang kekerasan. Selain itu, mereka juga memanfaatkan media massa sebagai alat perjuangan. Munculnya organisasi-organisasi kebangsaan ini menjadi tanda dimulainya pergerakan nasional dengan visi yang jelas, yaitu Indonesia merdeka.

Perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan semakin terarah setelah berbagai organisasi ini lahir. Namun, butuh waktu yang cukup panjang hingga Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. Kamu bisa membaca penjelasan yang lebih detail mengenai sejarah pergerakan nasional yang tentunya dibahas lebih lengkap dan seru melalui video pembelajaran di aplikasi

Pergerakan-Sosial-Di-Tanah-Partikelir-Pamanukan-Dan-Ciasem-1913 Pergerakan-Sosial-Di-Tanah-Partikelir-Pamanukan-Dan-Ciasem-1913

pergerakansosialisSepanjang abad ke -19 dan awal abad ke – 20 di Indonesia terus- menerus timbul pemberontakan,kerusuhan,kegaduhan,brandalan dan sebagainya.,yang semua itu cukup menggoncangkan masyarakat dan pemerintah waktu itu.Tidak dapat disangkal lagi,bahwa domonasi barat beserta perubahan-perubahan sosial yang mengikutinya telah memungkinkan rakyat untuk berkecenderungan melakukan pemberontakan sosial.Dominasi ekonomi,politik dan kultural yang terjadi pada masa kulural telah menimbulkan disorganaisasi dikalangan masyarakat tradisional beserta lembaganya.Dalam menghadapi pengaruh penetrasi budaya barat yang memiliki kekuatan disintegratif,masyarakat Indonesia memiliki cara-cara untuk membuat reaksi sendiri.Karena didalam sistem kolonial tidak ada lembaga-lembaga untuk menyalurkan perasaan tidak puas atau kekuatan oposisional,maka jalan yang dapat ditempuh adalah dengan mengadakan gerakan sosial sebagai protes sosial.

PEMBAHASAN

A. GERAKAN MELAWAN PEMERASAN

1. Pendahuluan

Agresi kaum petani yang timbul ditanah sepanjang abad ke-19 dan awal abad-20 merupakan suatu gejala historis dari masyarakat petani pribumi.Pada umumnya hamper semua kerusuhan-kerusuhan yang terjadi ditanah partikelir merupakan akibat dari adanya pungutan pajak yang tinggi dan tuntutan pelayanan kerja yang berat terhadap kaum petani di daerah itu.Oleh karena itu kerusuhan-kerusuhan tersebut sering disebut kerusuhan cuke, sesuai dengan nama jenis pungutan pajak di daerah itu.

Berbeda dengan gerakan sosial lainnya pergolakan ditanah partikelir itu lebih terarah secara gerakan khusus karena suatu dendam tertentu Tanah partikelir timbul sebagai akibat dari praktek penjualan tanah yang dilakukan oleh Belanda semenjak permulaan zaman VOC sampai perempat pertama abad ke-19 Pada masa Deandels dan Raffles telah diadakan perbaikan,yaitu dengan adanya larangan kepada para tuan tanah untuk menerima sepersepuluh dari hasil tanah atau memungut pengerahan tenaga kerja yang berat.Dalam peraturan pemerintah tahun 1836 ,pemerintah juga memiliki kekuasaan untuk melindungi para petani dan juga mengatur peradilan ditanah partikelir.Meskipun demikian tindakan sewenang-wenang masih saja berlaku sehingga menimbulkan keresahan dikalangan para petani dan akhirnya meletus kerusuhan-kerusuhan.
Pada tahun 1845,1886,1892 terjadilah kerusuhan yang sengit dicandi Udik,Ciomas dan Campea.

2. Gerakan di Jawa

Tanah partikelir yang terletak di lereng gunung Salak bagian utara terjual oleh Gubernur Jendral Daendels .Daerah ini memiliki sejarah pergolakan yang berulang kali dalam menentang tuan tanah.Kerusuhan di ciomas yang terjadi pada tahun 1886 merupakan suatu pertentangan antara petani,tuan tanah.dan pemerintah.Ketidakpuasan para petani mengambil mengambil pemberontakan secara langsung pada bulan februari 1886,yaitu ketika camat Ciomas yang bernama Haji Andurrakim dibunuh..Pada bulan yang sama Arpan dan kawaan-kwaannya mundur kepasir Paok,dimana mereka menolak untuk menyerah kepada militerSebulan sebelum pecahnya pemberontakan Ciomas itu Mohammad Idris yang lahir Di Ciomas melarikan diri ke gunung Salak dan hidup berpindah-pindah.Makin lama maakin banyak orang yang bergabung dengannya yaitu orang-orang yang melarikan diri dari tanah partikelir.

Mereka menyusun rencana untuk menyerang Ciomas,dan tepat pasaa hari Rabu malam 19 mei 1886,Idris dan kawan-kawannya menduduki daerah Ciomas bagian selatan.Serangan mereka ditujukkan kepad tuan tanah dan bukan kekayaaannya.Kemudian pada tanggal 20 mei di Godok diselenggarakan sedekah bumi yang diakhiri oleh semua pegawaai tuan tanah.Melihat agen-agen tuan tanah yang menjadi agen penindasannya,maka pengikut Idris dengan kemarahannya menyerang mereka dengan membabi buta .Pesta itu diakhiri dengan penyembelihan besar-besaran dengan korban 40 orang terbunuh dan 70 orang lainnya luka-luka.Gerakan petani ini menganggap bahwa yang menjadi musuhnya adalah pegawai pemerintah ,tuan tanah,pedagang-pedagang dan lintah darat.Suatu ciri yang penting dari pemberontakan Ciomas adalah adanya spontanitas waktu.

Pada tahun 1913 tampaklah gelombang kerusuhan-kerusuhan baru yang meluas berturut-turut diberbagai tanah partikelir.Di Campea terdapat huru-hara pada awal tahun itu.Suatu pergantian pemilik tanah diikuti dengan pengangkatan pegawai yang baru.Pemilik yang baru itu dengan tanpa pengetahuan yang cukup tentang keadaan setempat mencoba untuk membuat peraturan-peraturanbaru guna menjamin hak tuan tanah.Pada malam hari tanggal 14 Januari sebuah mobil dihancurkan dan beberapa ekor kuda dilukai.Pada hari berikutnya berkumpulah kira-kira dua ratus orang untuk mengadakan protes terhadap peraturan-peraturan baru.Disebutkan bahwa pertemuan-pertemuan rahasia telah diadakan di Ciomas .Berapa bulan kemudian gerakaan ini merembes ke Pemanukan dan Ciasem dimana Agitasi rakyat menentang pungutan cuke yang meningkat tinggi mendapat tempat yang lebih luas.

Pada bulan mei 1913 kurang lebih 400 orang petani beramai-ramai datang kerumah Bupati Purwakarta untuk mengajukan permintaan keringanan beban pungutan cuke.Gerakan itu tidak berhenti malahan meluas kedesa-desa tanah partikelir.Kemudian peristiwa ditanah partikelir di Surabaya pada tahun 1916 bersifat radikal atau revolusioner.Gerakan ini sifatnya berbeda dari gerakan ditanah partikelir didaerah lainnya.Pergolakan ini bertujuan untuk menghancurkan institusi tanah partikelir termasuk berbagai kewajiban yang dibebankan kepada penduduknya.Secara keseluruhan latar belakang dari agresi petani dalam hal ini sangat penting karena menunjukan gerakan petani ini telah dipengaruhi radikalisme dan gerakan nasionalisme moderen,terutama terpengaruh oleh Serikat Islam.Ciri khas lainnya adalah gerakan ini tampak bersifat sekuler yaitu tidak adanya tanda-tanda ide agama atau upacara keagamaan.
Lebih sensasional dari pemberontakan Surabaya adalah pemberontakan di Condet,sebuah desa partikelir Tanjung Oost Jawa Barat.Dengan berlakunya peraturan baru tantang tanah partikelir tahun 1912,para tuan tanah melakukan pengadilan terhadap petani-petani yang tidak membayar pajak kepadanya.

Akibatnya banyak kaum petaani yang mengalami kebangkrutan karena harta milik mereka terpaksa disita,dijual atau dibakar.Di batu Ampar penduduk memasuki perkumpulan beladiri yang bermaksud untuk digunakan dalam melakukan pencegahan terhadap pegawai-pegawai pemerintah yang akan melaksanakan keputusan-keputusan peradilan distrik.Kemudian di Tangerang terdapat peeistiwa kerusuhan pada tahun 1924.Dalam penggarapan tanah para petani tangerang harus menyerahkan seperlima dari hasil panaen kepada tuan tanahnya.

Selain itu terdapat kompenian rakyat yang digunakan di perusahaan pembuatan genting.Beberapa hari sebelum meletusnya pemberontakan,kaum pemberontak mengadakan pertemuan-pertemuan dan perjalanan ketempat-tempat keramat di Manggadua dan Perungkured ,Rakhmat dari orang-orang keramat disana diharapkan untuk menjamin berhasilnya usaha dalam merebut kembali negeri pulo jawa .Pada tanggal 19 Februari,Kaiin salah seorang tokoh pemimpin pemberontakan di Tangerang,ia memimpin pengikut-pengikutnya menuju tempat tuan tanah di pangkalan dan menyerang penghuninya serta harta miliknya.Kantor tuan tanah Kampong Melayu dirobohkan dan buku-buku dibakar.

Kemudian gerombolan itu menuju rumah assisten Wedana Teluknaga untuk memberitahukan bahwa mereka akan datang ke Jakarta untuk menghancurkannya.Tak lama kemudian polisi digerakkan ke Teluknaga kemudian pada siang harinya gerombolan bergerak kea rah Jakarta .Perjalanan ini berakhir sampai ke Tanah Tinggi dimana mereka dihujani tembakan sehingga 19 pemberontak tewas dan 20 lainnya tertangkap.Kemudian gerakan di Demak pada tahun 1918 dan 1935 tampak adanya tingkatan modernitas yang lebih luas tingkatannya.Gerakan dimulai dengan diadakannya serentetan rapat dicabang-cabang Serikat islam,yang dirumuskan sebagai berikut :

  • Penghapusan pajak kepala (sebagai ganti kerja paksa )
  • Penghapusan lumbung desa dan pembagian padi kepada orang kecil
  • Pengembalian tanah sawah komunal kepada orang kecil
  • Pembelian tanah partikelir oleh pemerintah secepat mungkin .Bila tuntutan ini tidak dipenuhi rakyat akan memberontak.

Kerusuhan lain ialahperistiwa Genuk pda tahun 1935 di daerah Demak .Timbulnya pemberontakan ini terjadi dikalangan para kusir gerobag yang menolak untuk membayar pajak kepada pemerintah kotapaja Semarang.Mereka sebenarnya menolak pajak dua kali yaitu ke kabupaten Demak dan semarang.Kerusuhan di Genuk ini diorganisasi oleh Sukaemi daan Raden Akhmad yang menjadi anggota serekat kusir Indonesia .Gerakan ini juga terdapat unsur-unsur agama .Dari kerusuhan-kerusuhan tersebut maka jelaslah bahwa rakyat masuk dalam arus pemberontakan karena mereka menginginkan berakhirnya kebobrokan ekonomi.

B. GERAKAN RATU ADIL

• Pendahuluan

Secara singkat gerakan ini menghendaki munculnya suatu millennium yaitu harapan terhadap datangnya jaman keemasan yang tidak mengenal penderitaan rakyat dan semua ketegangan serta ketidakadilan telah lenyap.Dalam segi-segi keagamaan gerakan ini selalu menyertakan unsur-unsur nativistis ialah kehidupan kembali mitos-mitos lama atau suatu kerinduan terhadap kembalinya jaman keemasan pada masa lampau.Tujuan pokok dari gerakan ini adalah merubah kehidupan pro-fan dari masyarakat secara mutlak dan radikal,tanpa mengarahkan ke tujuan-tujuan dunia belaka.

Untuk memahami sifat khas daripada gerakan mesianistis di Jawa perlu kiranya diketahui lebih dahulu tentang latar belakang budaya tempat gerakan itu terbentuk.Praktek-praktek islam yang umum dipedesaan jawa selalu dipenuhi dengan unsur-unsur non-islam seperti misti,kekuatan magis, dan pola adat kebiasaan lama yang diserap tetapi semua unsur ini memperlemah sifat keagamaannya.Pesantren dan tarekat mempunyai peranan penting dalam perkembangan gerakan mesianistis.Keduanya memberikan dasar organisasi yang kuat bagi pergerakan social dan memberikan kekuatan yang pokok dalam melakukan tindakan-tindakan politik.Pesantren bukan hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama tetapi juga sebagai tempat penanaman kader-kader pemimpin agama.

Faktor penting yang berlaku umum disebagian besar gerakan mesianistis ialah bahwa gerakan itu tersusun dari kelompok-kelompok keluarga.Ledakan-ledakan mesianisme telah menunjukan didalamnya termuat tuntunan mengenai penyelamatan masyarakat yang menjelma dalam kedatangan ratu adil dan imam mahdi,Tradisi mesianistis islam masuk juga kedalam mesianisme jawa,dan mahdisme dapat dilihat dengan jelas dalam beberapa gerakan aliran agama di Jawa.Mesianisme islam yang masuk kedalam mesianisme jawa itu umumnya tercermin dalam bentuk eskatologinya.Persamaan dan perbedaan mengenai gerakan gerakan mesianistis ini dapat diperjelas melalui beberapa contoh yang muncul didalam budaya jawa.Perlu ditekankan bahwa skala gerakan itu mungkin mencakup lingkungan kecil,namun masalah yang dihadirkan cukup luas.

1. Milenarianisme dan Ratu Adil

Konsep ratu adil akan diikuti dengan konsep berikutnya, yakni Milenarianisme. Milenarianisme atau milenialisme adalah suatu keyakinan oleh suatu kelompok atau gerakan keagamaan, sosial, atau politik tentang suatu transformasi besar dalam masyarakat dan setelah itu segala sesuatu akan berubah kearah yang positif (atau kadang-kadang negatif atau tidak jelas). Milenialisme adalah suatu bentuk Milenarianisme spesifik berdasarkan suatu siklus seribu tahunan. Kelompok-kelompok milenarian biasanya mengklaim bahwa masyarakat masa kini dan para penguasanya korup, tidak adil, atau menyimpang. Karena itu mereka percaya bahwa mereka akan segera dihancurkan oleh suatu kekuatan yang dahsyat. Sifat yang berbahaya dari status quo ini selalu dianggap tidak dapat diubah tanpa adanya perubahan dramatis yang telah diharapkan. Ditemukan bahwa Dalam alam pikiran Jawa terdapat mitos Ratu Adil. Mayarakat Jawa sering kali mengaitkan mitos Ratu Adil ini dengan Ramalan Prabu Jayabaya.

Dalam ramalan itu banyak menyebutkan bahwa penderitaan yang dialami, seperti peningkatan beban pajak, harga hasil bumi merosot tajam, hukum dan pengadilan tidak berjalan semestinya, syariat Tuhan tidak lagi dijalankan, banyak orang akan tersingkir dan orang jahat akan berkuasa, pemerintahan tidak berjalan dengan baik dan rakyat semakin sengsara, banyak terjadi bencana alam, dan krisis-krisis sosial lainnya, akan hilang dengan datangnya Ratu Adil. Dengan demikian, Ratu Adil, dalam tradisi Jawa lebih bersifat politis, meskipun ada sedikit sebagai gerakan mistis (kebatinan).

Mitos Ratu Adil ini terwujud dalam bentuk tampilnya seorang pemimpin, yang dianggap dapat menjadi tokoh yang menyelesaikan permasalahan atau krisis yang melanda. Zaman edan tidak mungkin diubah dengan cara lain kecuali menanti tokoh Ratu Adil tersebut. Untuk merealisasikan perubahan zaman tersebut diperlukan suatu gerakan, yang ditopang oleh seorang pemimpin, yang dianggap sebagai Ratu Adil, yang mampu mewujudkan penentian tersebut. Adapun pengaruh dari mitos Ratu Adil misalnya ditemukan dalam perang Jawa dapat dilihat dari munculnya tokoh kharismatis, yang dianggap sebagai ‘wali Tuhan’ yaitu Pangeran Diponegoro yang mampu menangkap seluruh penderitaan dan kesengsaraan rakyat, sehingga melalui kharismanya ia mampu berfungsi sebagai pemikat massa dan katalisator atas keluhan dan penderitaan tersebut, sekaligus sebagai sentral penampung ide, harapan bagi terciptanya kehidupan yang adil dan makmur sejahtera.

Baca Juga : Soe Hok Gie Berperan Sebagai Pergerakan Mahasiswa

• Gerakan di Jawa

Pada tahun 1903 seprang kyai dari desa samentara di kabupaten sidoharjo bernama kasan mukmin.Ia lahir di sebuah desa dekat muntilan,kira-kira tahun 1854.Kasan mukmin mulai bertindak sebagai orang yang menerima wahyu dan mengaku sebagai jelmaan imam mahdi yang akan mendirikan sebuah kerajaan baru di Jawa.Ia berkhotbah bahwa perang jihad akan diumumkan untuk melawan pemerintahan belanda.Sebelum memproklamirkan dirinya sebagai juru selamat,ia membagikan jimat kepada pengikutnya dan menyatakan bahwa ia dapat menyembuhkan penyakit.Kasan mukmin berencana melakukan pemberontakan melawan belanda.

Mendengar adanya gerakan pemberontakan bupati sidoharjo pergi ke gedangan dengan dikawal polisi bersenjata.Pertempuran pun terjadi,dan dalam pertempuran tersebut residen menderita luka-luka dan meninggalkan korban sejumlah 40 orang meninggal dan 20 orang luka-luka.Kasan mukmin sendiri terbunuh karena menolak untuk ditawan ,pada saat itu jumlah orang yang ditawan mencapai 83 orang.Didalam peristiwa gedangan ini terdapat sumber-sumber yang menunjukan bahwa terdapat beberapa agitasi yang secara khusus berhubungan dengan rasa dendam dan ketidakpuasan rakyat.Hal ini terjadi akibat perselisihan petani dengan perkebunan tebu karena penyewaan tanah yang tidak wajar, pengerahan tenaga buruh, system pengairan, dan pungutan pajak.Terdapat pula rasa dendam dalam agitasi yang tajam seperti :

Gerakan mesianisme muncul kembali pada masa-masa berikutnya.Pada dasarnya pengikut gerakan ratu adil terdiri dari anggota bangsawan rendah, dan sejumlah pengikutnya berasal dari golongan masyarakat rendah atau orang kebanyakan.Ini terjadi akibat factor social ekonomi yang melatarbelakanginya.Dari gambaran munculnya gerakan mesianistis tersebut dapat dikatakan bahwa didalam budaya jawa,kepemimpinan didalam gerakan mesianistis bersumber pada wahyu suci, wisik ataupun wangsit dimana semua itu dinyatakan sebagai kekuatan yang bersifat gaib, misalnya memiliki kekuatan magis, dapat menyembuhkan orang sakit, dan sebagainya.Selain itu dapat ditunjukan pula bahwa pemimpin mesianistis tersebut pada dasarnya memiliki pribadi yang dinamis, memiliki jarinagn komunikasi yang luas yang dapat melewati batas-batas daerahnya. Tetapi ide dan sikap sebenarnya besifat tradisional.

C.GERAKAN SAMIN

Diantara pergolakan sosial dipedesaan, pergerakan samin dapat dianggap sebagai gerakansosial tradisional yang pasif. Gerakan ini memiliki ciri-ciri gerakan pedesaan yang lai, seperti pelakunya adalah para petani, daerah gerakannya tidak luas dalam arti hanya meliputi beberapa desa saja dan sering terpisah-pisa: artinya tidak ada dukungan atau konsulidasi diantara gerakan-gerakan tersebut. Gerakan Samin dimulai kira-kira akhir abad 19. Gerakan ini berhasil mencapai puncaknya yaitu dengan berhasil membuat kecemasan pada pemerintah Hindia Belanda,akan tetapi pengaruhnya terhadap tatanan masyarakat pada waktu itu ataupun pada susunan pemerintah tidaklah begitu besar.Pemerintah Hindia Belanda menganggap gerakan samin adalah gerakan mesianistis,pendapat tersebutsejalan dengan pandangan Snouck Hurgronje,penasehat Pemerintah Urusan bumiputra dan Ahli Islam paa waktu itu yang berpendapat bahwa gerakan Samin adalah gerakan mesianistis yang non islam. Gerakan ini tidaklah begitu berbahaya karena gerakan ini bisa ditumpas dengan menumpas pemimpinnya.Itulah sebabnya Surontiko Samin, pengajar ajaran Saminisme,dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda ke sumatra,meskipun tidak cukup bukti bahwa dia memberontak. Pada umumnya gerakan sosialis dipedesaan daantaranya Yang dilakukan Oleh orang-orang Samin karena didorong oleh tekanan-tekanan ekonomi karena kebijakan-kebijakan yang merugikan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintahan hindia Belanda dalam menjalankan politik kolonialnya.

• Gerakan di Jawa

Pada bulan Februari tahun 1903 Residen Rembang melaporkan kepada pemerintah Hindia Belanda bahwa didaerah Blora selatan dan daerah yang berdekatan dengan Bojonegoro terdapat lebih dari 7000 orang Samin. Empat tahun kemudian jumlah mereka diperkirakan berjumlah 3000 orang.pada tahun 1905 pemerintah mulai menaruh perhatian pada orang-orang Samin. Salah satu sebabnya ialah sikap orang-orang Samin itu yang mulai menarik diri dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Misalnya mereka menolak menjalankan kewajibannya untuk menyerahkan padinya pada lumbung desa, selain itu mereka juga tidak menaati peraturan pemerintah dengan mengambil kayu di hutan-hutan yang dikuasai pemerintah karena orang samin menganggap daerah hutan itu adalah wilayahnya dan bebas memanfaatkan dan mengambil hasil dari hutan tersebut karena sejak dahulu pada jaman kerajaan majapahit daerah hutan yang dikuasai oleh kerajaan majapahit(penguasa terdahulu) hanya bersifat teoritis saja sehingga rakyat masih bebas memanfaatkan hutan.akan tetapi hal itu sangatlah terbanding terbalik karena pada saat itu tahun 1897 pemerintah Hindia Belanda (penguasa saat itu)sedang meningkatkan penguasaan dan pengelolaan hutan.

Karena pemerintah Hindia belanda benar-benar menguasai dan mengeksploitasinya secara efektif karena hutan jati merupakan salah satu sumber keuangan negara, maka pemerintah akan melarang bahkan memberi hukuman bagi masyarakat yang mengeksploitasi daerah kekuasaannya.Orang Samin adalah mereka yang mengangggap dirinya sebagai penganut ajaran Surontiko Samin, seorang petni yang berasal Randublatung, Blora Selatan.didalm ajarannya menganggap bahwa mereka tidak percaya dengan adanya tuhan, karena orang Samin mempunyai kepercayaan “Tuhan itu ada di dalam diri sendiri”dan penyelamat dari siksaan adalah dirinya sendiri. Selain itu ajaran samin juga diartikan sebagai sami-sami,yang bersumber pada dasar persamaan manusia.mereka menganggap semuanya itu saudara dan harus saling tolong menolong. Pada tahun 1890 samin mulai menarik pengikutnya, yaitu para petani didesanya dan desa-desa sekitarnya. Setelah ajarannya meluas sampai ke Rembang, Blora utara dan sampai Ngawi, pemerintah mulai menaruh perhatiaannya pada orang Samin karena mereka melakukan tindakan-tindakan yang melanggar peraturan pemerintah. Dalam penyebarannya Samin dibantu oleh dua menantunya yaitu surohidin dan Karsiyah

Pada tahun 1907 timbul desas-desus bahwa orang Samin akan melakukan pemberontakan terhadap Pemerintah, yang kemudian membuat surontiko samin dan 8 pengikutnya ditangkap dan dibuang di Padang dan meninggal disana, hal itu dilakukan karena banyak sumber-sumber resmi menuduh bahwa Samin dan para pengikutnya merencanakan akan menjatuhkan Pemerintahan Hindia Belanda dengan tujuan membentuk pemerintahn baru sesuai dengan pergantiaan jaman.karena kebetulan bahwa tahun baru Jawa yang diawali oleh bulan Suro jatuh pada tanggal 14 Februari 1907 dan orang Jawa percaya bahwa biasanya pada pergantian tahun atau jaman terjadi perubahan-perubahan dalam kehidupan umat manusia. Sehingga Pemerintah Hindia Belanda segera bertindak untuk mencegah semakin meluasnya gerakan meianistis ini.

Dengan kepergian Surontiko, gerakan Samin mengalami kemunduran dalam peyebaran ajarannya.pada tahun 1908 seorang yang bernama Wongsorejo menyebarkan ajaran Samin di Jiwan dekat madiun, ia mengakui dengan mengajak para pengikutnya untuk tidak membayar pajak, karena pengikutnya masih sedikit maka gerakn ini mudah di tumpas dengan menangkap Wongsorejo dan 2 pengikutnya. Akan tetapi pada abad ke 20 Gerakan Samin semakin meningkat,sifatnya pun berubah. Tanda-tanda bahwa merekan akan bertindak dengan cara keraspun mulai nampa. Di Grobogan Orang Samin dibawah pimpinan Surohidin dan Pak Engkrak tidak mau menaati peraturan-peraturan pemerintah, sedngkan pak Kasriyah menantu Samin, mengajak rakyat Kajen di pati untuk menentang pemerintah dan menamakan dirinya Pangeran Sendang Janur. Di Desa Larangan orang-orang Samin menolak membayar pajak, menyerang Kepala desa, dan menantang pasukan polisi. Menurut laporan J.E Jasper,asisten Residen Tuban pada tahun 1917 terbukti bahwa daerah pemukiman orang samin semakin luas, walaupun tampak jumlah pengikutnya menurun jumlahnya.

D.GERAKAN SEKTE KEAGAMAAN

• pendahuluan

Di luar arus perkembangan mesianisme yang berlangsung selama abad ke-19 dan 20,terdapat pula pertumbuhan sekte-sekte keagamaan yang baru,yang memuat berbagai tingkatan kepercayaan dan pandangan,baik dari tingkat kepercayaan islam yang orthodox maupun tingkat ide-ide yang mecerminkan sikap yang bertentangan dengan islam. Dalam pertumbuhannya gerakan milenaristis sangat menarik seklai bagi golongan petani pada khususnya dan lapisan bawah pada umumnya.Lahirnya gerakan milenaristis ataupun gerakan sekte menampilkan pemimpin-pemimpin karismatis,seperti yang diduduki oleh para guru,haji atau kyai dan memberikan tempat bagi rakyat untuk bersatu dalam ikatan keagamaan. Anggota-anggota gerakan sekte merasakan dirinya tenggelam dalam situasi masyarakat yang tampak tengah mengalami demoralisasi,oleh karena itu berusaha untuk menarik dari dari lingkungan tersebut.perkembangan arus sekte dijawa hanya harus difahami didalam kerangka perubahan-perubahan sosial serta kekacauan dan demoralisasi yang muncul sebagai akibat daripada proses westernisasi yang mendalam.gerakan sekte mengandung unsur pertentangan yang bersifat ganda.

Di satu pihak sekte-sekte bertentangan dengan golongan elite agama,di lain pihak sekte-sekte juga harus bertentangan dengan pemerintahkolonial dan elite birokratis. Ciri-ciri umum yang berhubungan dengan gerakan sekte dan mesianisme terdapat dalam masalah peranan pemimpin dan ajaran-ajarannya.pemimpin agama adalam orang yang pertama bertanggung jawab terhadap lahirnya gerakan-gerakan sekte yang benih-beninya telah ada didalam susunan sosial masyarakat jawa. Pemimpin-pemimpin sekte tidak menerima peranannya sebagai juru selamat,lagi pula mereka tidak menyatakan akan datanganya tokoh-tokoh suci. Dari segi ideologinya dapat diketahui ada persamaan antara gerakan mesianistis dan gerakan sekte. Gerakan keagamaan pada umumnya dan gerakan sekte khususnya merupakan gerakan protes yang menempatkan dirinya sebagai lawan masyarakat. Tujuan gerakan sekte adalah untuk menjawab persoalan kebendaan yang dihadapi anggota-anggotanya. Apa yang mereka cari sebenarnya adalah suatu kehidupan duniawi yang penuh kebahagiaan dan ketentraman.

Pada umumnya disalam gerakan keagamaan selama periode abad ke-19 dan 20 terdapat petunjuk adanya suatu variasi yang luas dalam bentuk dan arah pertentangan dengan pranata-pranata yang telah lama berlaku. Gerakan sekte tidak hanya menyalurkan perasaan kebencian atau dendam yang disebabkan oleh kebobrokan,tetapi juga sanggup memberikan jalan bagi anggota-anggotanya untuk memperoleh identitasnya di dalam suasanan perubahan sosial dan demoralisasi. Perbedaan sikap moral antara satu sekte dengan sekte lain memperjelas adanya bermacam-macam sektarianisme. Di satu pihak terdapat sekte yang secara keras melancarkan progapanda menentang kekendoran dalam menjalankan kehidupan agama dan sekaligus menganjurkan untuk melaksanakan ajaran-ajaran agama secara ketat dalam kehidupan sehari-hari.

Percampuran unsur-unsur islam dan anasir-anasir pra-islam jawa yang banyak terdapat dilingkungan penduduk pedesaan merupak gejala gerakan sekte pula. Semetara anggota sekte ada yang sangat tebal kesadaran budaya tradisional sehingga lebih memperkuat warisan budaya jawa kuno mereka daripada budaya islam. Salah satu ciri lain gerakan sekte ialah adanya pengawasan yang ketat terhadap anggota-anggotanya. Sebagai syarat mutlak setiap calon anggota yang hendak masuk dalam tarekat harus mengucapkan sumpah setia terlebih dahulu secara khidmat. Dengan melalui sumpah tersebut, msks sekte dapat mengawasi ketaatan anggota-anggotanya secara ketat. Berbeda sekali dengan gerakan mesianistis yang hanya mengundang hak dari pihak pimpinan untuk mengeluarkan anggotanya bila melakukan penghianatan.

• Gerakan di jawa

Gerakan sekte yang sampai sekarang masih dapat dikenal antara lain ialan sekte budiah yang di dirikan oleh haji mohammad rifangi dari kalisalak pada pertengahan abad ke-19. Sekte budiah merupakan jenis sekte pemurnian islam yang menurut pendirinya diadakan untuk melawan kebobrokan agama yang dirasakan telah merayap kedalam masyarakat islam dijawa pada abad ke-19. Tujuannya ialah untuk mengadakan pembaharuan islam dengan cara kembali kepada ajaran yang murni.untuk mengetahui apa yang diajarkan oleh haji rifangi maka perlu dipelajari karya-karya antara lain ilmu hukum islam,asas-asa kepercayaan,dan mistisisme yang semuanya ditulis dalam bahasa jawa dan dalam bentuk puisi. Kumpulan karyanya-karyanya disebut kitab tardjumah dan pada dasarnya berisi terjemahan ke dalam bahasa jawa dari apa yang terdapat di dalam kitab suci yang berbahasa arab.

Menurut Haji Rifangi kehidupan agama dari rakyat dan pemimpin-pemimpinnya telah menyimpang dari petnjuk-petunjuk tuhan. Selanjutnya ia mengemukakan bahwa penguasa negara,bupati-bupati,kepala-kepala distrik dan kepala-kepala desa semuanya berdosa. Sebagian besar dari guru-guru agama mengabaikan tugasnya mengajar murid-muridnya,dan takluk terhadapadat-adat kebiasaan orang-orang kafir. Dalam salah satu kitabnya Haji Rifangi juga membahas masalah perang sabil secara luas. Tetapi anehnya ia tidak memperinci perjuangan melawan pemerintah kafir. Berbeda dengan gerakan sekte budiah yang merupakan contoh dari jenis gerakan pemurnian islam, ada pula gerakan yang bersifat seni atau bertentangan dengan islam.

Gerakan igama jawa pasundan bermaksud memperbaiki keaslian daripada tradisi jawa. Gerakan ini sebenarnya merupakan reaksi terhadap islam orthodox dan dianggap sebagai kepercayaan yang diimport dari luar. Sejumlah pengikut dari sekte ini terdapat di cirebon dan priayangan. Gerakan iagama jawa-pasundan didirikan oleh sadewa,atau lebih terkenal dengan nama madrais. Ia menuntut supaya diakui sebagai pangeran cirebon. Gerakan igama jawa-pasundan tidak mendapat tekanan dari pihak pemerintah karena gerakan itu tidak mengancam ketertiban umum. Lebih-lebih dalam salah satu ajarannya yang menyebutkan bersetia kepada seri. Selain itu ajarannya menyebutkan bahwa orang harus percaya kepada tuhan dan patuh kepada negara. Gerakan ini dapat dikatakan berbentuk atara suatu sekte mistik dan suatu gerombolan penjahat. Gerakan ini memiliki upacar-upacara sendiri,organisasi dan sumpah-sumpah rahasia sendiri, dan pergaulannya juga terbatas pada kalangan anggotanya sendiri. Sebagai salah satu contoh dari tipe gerakan itu dapat ditunjukkan gerakan sekte oah yang muncul disukabumi dan cianjur.

• Gerakan di tanah batak

Kepercayaan parmalim adalah kesaktian si singa mangaraja dan ibunya nan tika.demikian pula para pengikut parmalim percaya bahwa orang suci yang bernama ompu raja uti tidak dapat mati. Gerakan parsihudamdam diduga merupakan kelanjutan dari gerakan parmalim. Dugaan itu didasari oleh adanya berbagai persamaan ciri dari kedua gerakan ini. Pengikut parsihudamdam itu meneriakkan ucapan-ucapan yang tidak jelas artinya. Timbulnya gerakan parsihudamdam mempunyai berbagai kaitan dengan terjadinya berbagai perubahan ketika itu,yang telah melahirkan goncangan dalam kehidupan masyarakat batak,baik yang menyangkut ekonomi meupun politik,sosial dan budaya.

Sistem pajak yang merupakan beban berat rakyat,pemungutan pajak yang dilakukan secara sewwenang-wenang,dan kerja rodi merupakan beban pula yang sangat dirasakan memberatkan rakyat pada waktu itu. Akhirnya gezaghebeber W.C.M muller diperintahkan untuk mengakhiri gerakan-gerakan parsihudamdam itu. Ia memerintahkan untuk menghentikan upacara keagamaan itu. Tetapi perintahnya tidak dihiraukan oleh pengikut parsihudamdam.lalu muller mengeluarkan ancaman tetapi ancamannya mengakibatkan kemarahan orang parsihudamdam. Mereka menangkap muller dan secara beramai-ramai,badannya ditusuk-tusuk dengan senjata tajam sampai mati. Terbunuhnya muller mempertebal kenyakinan orang-orang parsihudamdam.

Dalam diri gerakan parsihudamdam telah ditemukan berbagai faktor yang menyebabkan kita cukup sulit menentukan jenis gerakannya. Gerakan ini jelas merupakan suatu sekte keagamaan tetapi tidak dapat disangkal bahwa gejala ini pun merupakan suatu gerakan yang menentang pemerasan karena adanya sistem pajak dan kerja rodi.Di luar arus perkembangan mesianisme yang berlangsung selama abad ke 19 dan 20, terdapatlah pertumbuhan sekte-sekte keagamaan yang baru, yang memuat berbagai tingkatan kepercayaan dan pandangan, baik dari tingkatan kepercayaan Islam yang orthodox maupun tingkat ide-ide yang mencerminkan sikap yang bertentangan dengan Islam. Sekte tidak lain adalah merupakan ekspresi keagamaan dari perasaan tidak puas suatu masyarakat dan perasaan-perasaan untuk memberontak, hasil perjuangan kelas organisasi dari kelas bawah dan peralatan dari sifat agresif mereka.Mengenai ciri umum yang berhubungan dengan sektarianisme dan mesianisme dapat dilihat di dalam masalah peranan pemimpin agama dan ajarannya. Dari segi isi ideologinya, ada kemiripan yang terkandung di dalam gerakan mesianistis dan gerakan sektaris. Salah satu ciri lain dari gerakan sekte ialah adanya pengawasan yang ketat terhadap anggota-anggotanya.

• Gerakan-Gerakan Sarekat Islam di Daerah Pedesaan

Gerakan protes dari kaum petani tidak hanya merupakan pernyataan tidak puas terhadap mereka yang berkuasa, tetapi juga merupakan cerminan dari jawaban mereka terhadap suatu masalah komunikasi yang mereka hadapi. Kaum petani tidak memiliki saluran-saluran untuk menyatakan keluhan-keluhannya mengenai apa yang menimpa mereka. Munculnya Sarekat Islam dalam situasi yang demikian itu dapat memberikan peralatan yang berarti sekali dalam mewujudkan keinginan dan kekuatan yang ada di lingkungan kaum petani melalui saluran ideologi, kepemimpinan, organisasi dan lambang-lambang dari organisasi tersebut. Sarekat Islam telah mendorong ke arah proses mobilisasi politik secara modern dari kalangan penduduk pedesaan.
Beberapa sifat penting dari gerakan Sarekat Islam ialah :

  • bersifat anti-Cina
  • sikapnya yang agresif terhadap penguasa pemerintah
  • sifat menyendirinya dan bermusuhnya terhadap orang-orang ”luar”
  • sifatnya revivalistis yang penting.

Selama dua tahun, tahun 1913 dan 1914, pertentangan komunal menjadi suatu corak yang umum di berbagai tempat di Jawa. Tahun-tahun itu boleh dikatakan merupakan periode memuncaknya agitasi anti-Cina.
Berdampingan dengan perluasan Sarekat Islam, gelombang revivalisme melanda juga daerah Jawa. Gerakan Sarekat Islam dan gerakan revivalisme dalam kenyataannya memang saling memperkuat. Agitasi Sarekat Islam sebagian memang ditujukan juga untuk memperkuat pelaksanaan keagamaan dan memperkuat semangat keagamaan.

Soe-Hok-Gie-Berperan-Sebagai-Pergerakan-Mahasiswa Soe-Hok-Gie-Berperan-Sebagai-Pergerakan-Mahasiswa

pergerakansosialis – Soe Hok Gie memiliki peranan penting dalam dinamika pergerakan mahasiswa tahun 1966-1969. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan biografi Soe Hok Gie dan aktivitasnya sebagai mahasiswa; (2) Menganalisa kondisi sosial politik ekonomi bangsa Indonesia dan dinamika dalam pergerakan mahasiswa tahun 1966-1969; (3) Menganalisa peranan Soe Hok Gie dalam dinamika pergerakan mahasiswa Indonesia tahun 1966-1969.

Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo. Tahap pertama adalah pemilihan topik sebagai kegiatan awal untuk menentukan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian. Tahap kedua adalah pengumpulan sumber yang didapat dari sumber tertulis sebagai sumber primer, sekunder dan sumber pendukung. Sumber tertulis didapatkan dari catatan harian Soe Hok Gie yang telah dibukukan, kumpulan tulisan dan artikel yang ditulis Soe Hok Gie di surat kabar, dan berbagai karya tulis lainnya.

Tahap ketiga adalah verifikasi yaitu kritik sumber atau keabsahan sumber. Tahap keempat adalah interpretasi yang merupakan tahap penafsiran untuk mengkorelasikan data dari berbagai sumber. Tahap kelima adalah penulisan sejarah hasil dari penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Soe Hok Gie memiliki peran dalam pergerakan mahasiswa Indonesia tahun 1966-1969. Aksi demonstrasi mahasiswa tahun 1966 merupakan imbas dari bergejolaknya kondisi ekonomi dan politik pasca peristiwa G30S 1965. Kondisi politik yang tidak stabil, membuat kondisi perekonomian juga tidak stabil. Harga-harga kebutuhan pokok, tarif angkutan umum, harga bensin dan jasa pengiriman, semua naik.

Baca Juga : Hubungan Partai Buruh Belanda Dengan Kaum Pergerakan Indonesia

Kondisi sulit ini dirasakan oleh hampir semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa. Mahasiswa mulai bergerak untuk menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan mencetuskan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura). Perkembangan pergerakan mahasiswa tidak terlepas dari adanya dinamika.

Aksi demonstrasi mahasiswa tahun 1966 dihadapkan pada situasi pertentangan. Pertentangan antara kelompok militan yang bertekad terus melakukan aksi demonstrasi dan kelompok yang berkompromi pada keadaan dengan mengendurkan aksi demosntrasi. Dinamika juga terjadi di aktivitas KAMI sebagai induk organisasi mahasiswa yang tidak memiliki skap tegas antara bergerak untuk tujuan moral atau tujuan politik. Dinamika juga terjadi dalam aktivitas kegiatan kemahasiswaan, dengan adanya persaingan antara mahasiswa yang memegang prinsip independen dan organisasi ekstra universitas. Kata Kunci: Peranan Soe Hok Gie, Pergerakan Mahasiswa, Dinamika, Aktivis Mahasiswa, Awal Orde Baru, Tahun 1966-1969.

Betfair adalah pertukaran taruhan online terkemuka dunia. Apakah minat Anda adalah balap kuda, sepak bola, golf, tenis, atau bahkan pada kenyataannya setiap olahraga kompetitif, Anda akan dapat menempatkan taruhan pada hasilnya.

Perbedaan antara bertaruh di bursa dan dengan taruhan konvensional atau Tote adalah bahwa Anda dapat bertaruh pada hasil yang terjadi atau tidak terjadi. Misalnya dalam pertandingan sepak bola hanya ada 3 hasil, baik tim A akan menang, tim B bisa menang atau opsi ketiga yang bisa mereka ambil. Jika Anda berpikir bahwa Tim A akan menang maka Anda mungkin mendukung mereka atau Anda bisa membuat Tim B kalah. Dimungkinkan juga untuk bertaruh sebagai undian atau bukan undian Bola88.

Perbedaan kedua antara bursa dan bandar konvensional adalah Anda dapat bertaruh saat acara sedang berlangsung. Jika tim A mencetak gol pertama, peluang mereka cenderung untuk berkontraksi sementara tim B dan peluang pada hasil seri akan memperpanjang.

Dalam pacuan kuda, apa yang disebut “pasar berlari” bisa sangat fluktuatif dan bukan pasar bagi orang yang lemah hati. Peluangnya bisa terus berubah saat balapan berlangsung. Ada beberapa individu yang cerdik yang membuat hidup sangat nyaman melakukan sangat sedikit hal selain bertaruh pada kuda dalam berlari.

Kebanyakan orang menggunakan Betfair baik untuk mendukung kuda untuk menang atau berbaring kalah dan menempatkan taruhan mereka sebelum “off”. Menjadi pertukaran Betfair hanya menyatukan orang dan bertindak sebagai perantara antara penumpang.

Cara kerjanya secara sederhana adalah saya pikir seekor kuda akan menang dan saya ingin mendukungnya dengan kemungkinan tertentu. Anda pikir itu akan hilang sehingga Anda siap untuk menerima kemungkinan itu. Jika kuda itu hilang, Anda menyimpan uang pasak saya kurang dari komisi 5% untuk Betfair. Jika menang saya membayar Anda pada odds yang disetujui jadi jika itu 5.0 (4/1) Anda akan membayar saya £ 40 dan saya akan membayar komisi Betfair 5%.

Betfair telah menambahkan dimensi baru untuk taruhan olahraga dan memindahkan pendulum sedikit lebih banyak dalam mendukung penumpang meskipun mungkin masih lebih mudah untuk kalah daripada menang, kecuali tentu saja Anda benar-benar tahu apa yang Anda lakukan.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang sistem balap kuda.