Author: superadmin

Sebagai Wujud Harapan Kartini Sebagai Wujud Harapan Kartini

Pergerakansosialis.com – Organisasi pergerakan Nasional telah menjadi wahana perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya melepaskan diri dari cengkraman penjajah Belanda. Perjuangan dengan organisasi menjadi pembeda dari perjuangan masa sebelumnya yang hanya mengandalkan kekuatan senjata. Gerakan politik yang mempunyai prinsip perjuangan non kooperatif : PKI, PNI, PNI Pendidikan , Partindo. Kebangsaan : PNI, PNI Pendidikan, Partindo, Parindra, BU, Gerindo, IP. Organisasi pergerakan yang bersifat etnik di Indonesia merupakan kelompok sosial dalam masyarakat yang berjuang menaikkan martabat bangsa dan membina rasa kebangsaan melalui gerakan sosial, ekonomi, budaya dan politik. Tujuan : Untuk mencapai kemajuan dan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan ditujukan untuk kegiatan Pendidikan dan budaya tidak politik. Tokoh : H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dam Abd. Tokoh: 3 Serangkai, (yaitu Suwardi Suryaningrat, Dr. IP dipandang sebagi oraganisasi yang betul-betul bercorak politik dan berprogram nasionalisme Indonesia. Tujuan IP: Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa intregritas semua golongan untuk memamjukan tanah air yang di landasi jiwa Nasional, dalam rangka mempersiapkan diri ke arah kehidupan rakyat yang merdeka. Pada tanggal: 11 Maret 1913 IP dinyatakan sebagai partai terlarang karena membahayakan kepentingan penjajah. Tiga Partai radikal yang menganut asas non kooperatif adalah PI, PNI, san PKI.

PI pada awalnya berdiri di Belanda tahun 1908, semula bernama Indishe Vereeniging (IV). Tujuan : membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di negeri Belanda. IV – Indonessiche Vereeniging hal ini dimuat dalam majalah Hindia Putra, Pimpinan Moh. Hatta dan A. Subarjo, tahun 1924 IV di ganti namanya perhimpunan indonesia majalah Indonesia merdeka. SI sayap kiri berhasil berkembang menjadi serikat rakyat. Tokoh: Mr. M. Syarifudin, M. Yamin, Mr Sartono, Dr. Berdiri di Jakarata 21 Mei 1939 Pemimpin adalah Moh. Husin Tamrin, Amir Syarifudin, Abi Kusno. Organisasi yang bersifat Etnik Kedaerahan. Berdirinya BU menandai kebengkitan Nasional Indonesia, setelah itu daerah – daerah bahkan Etnik tertentu mulai mendirikan organisasi seperti Jong Java, Jong Ambon, Persatuan Minahasa, Orang Jakarta, Sarekat Sumatra. Organisasi pergerakan pemuda yang pertama adalah Tri Koro Dharmo berdiri tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta. Tri Koro Dharma berati tiga tujuan mulia, yakni sakti, budi, dan bakti. Pemimpinnya adalah dr. R. Satiman Wiryosanjoyo. Tujuannya : mencapai Jawa Raya dengan jalan mempererat tali persaudaraan antar pemud membangkitkan rasa cinta tanah air, Bangsa dan Budaya.Tahun 1982 nama Tri Koro Dharmo di ubah menjadi Jong Java artinya Jawa Muda, dengan berdirinya Jong Java telah mendorong lahirnya organisasi pemuda. Gerakan kepanduan bertujuan : menghimpun, menggerakkan dan membawa para pemuda agar cakap dan terampil mengatur masalah kegidupan sehari – hari. Sebagai wujud cita cita kartini, para wanita di berbagai daerah mendirikan organsasi partai Mardika di Jakarta, tujuannya memajukan pengajaran anak – anak perempuan setelah berdiri organisasi keutamaan istri. Manifesto Politik adalah pernyataan terbuka dan tegas tentang tujuan maupun pandangan seseorang atau kelompok terhadap masalah negara. Indonesia atas dasar kekuatan sendiri.

Mereka juga mendiami wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Berkaitan dengan sejarah, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi Bukan hanya antar kelompok sukubangsa yang berbeda, tetapi meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Di Indonesia pada saat itu adalah sebuah wilayah dari kerajaan besar Mataram dan Kerajaan Sriwijaya mempengaruhi penyebaran agama Hindu-Budha sampai akhirnya agama Islam masuk dan banyak dipeluk oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, ini juga menjadi faktor penentu beragamnya budaya di Indonesia. Selain itu, labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang Gujarat dan pesisir Jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia.

Baca Juga : Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

Di samping karena sejarah demikian, letak Indonesia secara umum juga menjadi penyumbang kenapa terdapat beranekaragam budaya di Indonesia. Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai merauke menyimpan begitu banyak budaya. Hal inilah yang selanjutnya akan dipelajari pada sub materi selanjutnya. Dengan keanekaragaman kebudayaannya, Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Indonesia memang banyak dikenal dengan keanekaragaman budaya yang ada. Terdapat begitu banyak budaya yang ada. Kebudayaan itu sendiri sangat bermacam-macam, mulai dari teknologi, bahasa, kesenian, dongeng, atau tradisi daerah yang beragam. Setiap daerah di Indonesia, memiliki kebudayaan-kebudayaan itu dengan ciri khas masing-masing. Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman suku bangsa terbesar di dunia. Terdapat setidaknya 400 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas sosial, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa yang berbeda, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan, dan sebagainya. Akibatnya, laut wilayah Indonesia jatuh hingga 135 meter dengan laju penurunan 7-9 mm per tahun. Laju penurunan ini masih di luar persepsi manusia namun dalam jangka waktu panjang dapat terlihat jelas. Dalam 150 tahun misalnya, bibir pantai telah tertarik jauh karena penurunan 1 meter permukaan laut.

Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

Pergerakansosialis.com – Menurut Prof. Madya Dr Rohani Bin Abdullah (2003) berdasar buku beliau yang berjudul “Panduan Kognitif Kanak-kanak Prasekolah”, kognitif merujuk pada intelek atau pemikiran individu. Perkembangan kognitif memfokuskan kepada cara kanak-kanak belajar dan memproses maklumat. Hal ini bermaksud, ia adalah suatu proses memperkembangkan daya fikir atau membina pengetahuan kanak-kanak. Kemahiran kognitif ini penting untuk kelangsungan hidup seseorang individu.Perkembangan kognitif kanak-kanak memberi penekanan terhadap pembinaan pemikiran kanak-kanak.Ia berpusat kepada perubahan pemikiran kanak-kanak yang berlaku dalam satu peringkat perkembangan kepada yang seterusnya.Perkembangan kemahiran adalah berasaskan perubahan stuktur mental kanak-kanak yang melibatkan bahasa, imaginasi, mental, fikiran, penaakulan dan penyelesaian masalah kemahiran mengingat.Kita juga boleh mengukur perkembangan intelek mereka dengan melihat kemampuan mereka untuk menggunakan kemahiran berfikir mereka bagi menyelesaikan sesuatu masalah. Seperti yang kita sedia maklum, teori perkembangan kognitif dipelopori oleh tokoh yang tidak asing lagi bagi kita semua iaitu Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Teori-teori ini telah memainkan peranan penting di dalam membantu memahami cara kanakkanak berfikir dan bagaimana guru boleh memainkan peranannya di dalam perkembangan kognitif kanak-kanak Perkembangan kognitif kanak-kanak memberi penekanan terhadap pembinaan pemikiran kanak-kanak. Ia berpusat kepada perubahan pemikiran kanak-kanak yang berlaku daripada satu peringkat perkembangan kepada yang seterusnya.

2. 2 Teori-teori ini memainkan peranan penting dalam membantu kita menjadi bakal guru yang lebih memahami cara kanak-kanak berfikir sekaligus melatih kita dalam memainkan peranan dalam merangsang perkembangan kogniti kanak-kanak. 3. 3 2.0 JEAN PIAGET 2.1 Latar belakang Jean Piaget Jean Piaget dilahirkan di Neuchatel iaitu di Switzerland pada Ogos 1896 dan meninggal dunia pada September 1980. Beliau merupakan seorang ahli psikologi kanak-kanak yang terkenal. Beliau mendapat ijazah Ph.D dalam biologi tetapi setelah tamat pengajiannya, lebih berminat kepada psikologi. Berasaskan pemerhatian beliau yang sistematik ke atas tiga orang anaknya, beliau mengaplikasi prinsip dan kaedah biologi dalam mengkaji perkembangan manusia. Piaget merupakan seorang ahli biologi yang cukup terlatih. Pada pandangan Piaget, minda boleh berkembang, berubah dan dapat mengadaptasi masalah yang berlaku apabila berinteraksi dengan persekitaran. Piaget dan ahli psikologi kognitif sering kala dikenal sebagai ahli struktur disebabkan mereka mementingkan struktur pemikiran manusia (Gardner, 1973). Di usia remajanya beliau berminat dalam bidang biologi dan epistemologi iaitu suatu bidang ilmu dalam bidang falsafah yang banyak membicarakan tentang perkembangan dan perolehan pengetahuan manusia. Latar belakang beliau ini memberikan banyak sumbangan kepada bidang psikologi yang mula diceburi oleh Piaget setelah beliau bekerja dengan Binet untuk membentuk ujian kecerdasan mental.

4. 4 melihat pola-pola yang ditunjukkan oleh kanak-kanak apabila mereka memberikan sumbangan pengetahuan bagaimana proses pembentukan pemikiran berkembang di kalangan kanak-kanak. 2.2 Teori perkembangan Kognitif Jean Piaget Menurut Jean Piaget, kanak-kanak akan melalui peringkat-peringkat perkembangan yang sama tetapi pada usia yang berbeza-beza. Beliau berpendapat persekitaran tidak membentuk kognitif kanak-kanak, sebaliknya kanak-kanak membina persekitarannya. Keadaan ini berlaku melalui pelbagai proses penerokaan, manipulasi dan menilai persekitaran fizikalnya. Jean Piaget telah memperkenalkan empat konsep utama untuk menerangkan dengan lebih lanjut berkenaan skema, penyerapan, pengubahsuaian dan keseimbangan. Jadual : Konsep-konsep Asas Berhubung Dengan Teori Kognitif Piaget Konsep Takrif Skemata Struktur kognitif yang berubah untuk mengadaptasikan maklumat baru. Asimilasi Penerimaan maklumat baru sebagai selaras dengan skemata sedia ada. Akomodasi Pengubahsuaian skemata yang ada bagi menerima maklumat baru. Keseimbangan Gabungan proses asimilasi dan adaptasi yang membantu dalam keseimbangan terhadap pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman. Skema adalah struktur kognitif atau mental yang membolehkan individu mengurus dan menyesuaikan diri dengan keadaan persekitaran. Tambahan pula, skema adalah seperti sebuah kabinet menyimpan banyak fail dan setiap fail mewakili satu skema.

5. 5 dan semakin bayi itu membesar skema yang diperolehi semakin meningkat dan skema itu semakin diperhalusi. Skema juga adalah proses mencipta, memperhalus, membuat perubahan, menyusun dan mengurus. Apabila seorang bayi dilahirkan, skema sedia ada pada bayi itu ialah menghisap susu dan mengenggam dan apa sahaja benda yang dimasukkan ke dalam mulutnya akan dihisapnya. Seperti puting susu atau jari tangan, bayi berkenaan masih belum dapat membezakan yang mana satu akan mengeluarkan susu atau sebaliknya. Hal ini kerana terdapat satu skema sahaja iaitu menghisap. Namun, terdapat enam sub tahap pada peringkat ini dengan melihat kebolehan berdasarkan umur bayi. Dari lahir hingga satu bulan sub, dikenali sebagai refleks. Pada tahap ini bayi hanya mampu melakukan gerakan pantulan yang diwujudkan lahir melalui tingkah laku pendengaran, penyusunan, gerakan tangan iaitu genggaman dan sebagainya, penyesuaian, pandangan, pergerakan mata dan seterusnya. Gerakan ini belum dapat ditentukan perbezaannya. Sebahagian besar daripada gerakan ini dilakukan ialah untuk keperluan tertentu atau hanya sebagai gerakan pantulan sahaja. Menurut Dr. Nor Hashimah Hashim (2003) dalam buku Panduan Pendidikan Prasekolah, asimilasi merupakan proses kognitif di mana seseorang menyatukan maklumat-maklumat baru atau pengalaman-pengalaman baru ke dalam skema yang sedia ada, iaitu penyerapan (fitting) maklumat baru ke dalam struktur sedia ada. Contohnya, seorang kanak-kanak yang baru pertama kali melihat sebiji epal.Oleh itu, kanak- kanak tersebut akan menggunakan skema memegang (skema yang sedia ada) dan sekaligus merasanya.

Baca Juga : Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia Pada Masa Radikal

Orang yang suka mempertimbangkan pendapat, lebih menggunakan pengolahan secara sentral daripada mereka yang tidak suka akan hal tersebut. Tradisi SibernetikaTeori sibernetika menekankan hubungan timbal balik di antara semua bagian dari sebuah sistem. Ada dua genre teori sibernetika. Pertama, satu kelompok teoi yang berasal dari rubrik penggabungan informasi (informaation integration). Kedua, satu kelompok teori yang dikenal sebagai teori konsistensi (consistency theories). Adapun teri-teori komunikator dalam tradisi sibernetika dapat dikategorikan menjadi: Teori PenggabunganBerpusat pada cara kita mengakumulasi dan mengatur informasi tentang semua orang, objek, situasi dan gagasan yang membentuk sikap atau kecenderungan untuk bertindak dengan cara yang positif atau negatif terhadap sejumlah objek. Model ini bermula dengan konsep kognisi yang digambarkan sebagai sebuah kekuatan sistem interaksi. Terdapat dua variabel, yang mempengaruhi perubahan sikap. Pertama, valence (arahan) dan bobot yang Anda berikan terhadap informasi. Valence mengacu pada apakah informasi mendukung keyakinan Anda atau menyangkal mereka. Ketika informasi mendukung keyakinan Anda, maka informasi tersebut memiliki valence positif.

Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia Pada Masa Radikal Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia Pada Masa Radikal

Pergerakansosialis.com – Masa pergerakan kebangsaan Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan modern. Masa pergerakan kebangsaan tersebut dibedakan menjadi 3 masa, yakni masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat. Budi Utomo berdiri atas prakarsa dan Dokter Wahidin Sudirohusodo yang berpendapat bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang maju pendidikan hams diperluas. Pendidikan ini dapat dilaksanakan dengan usaha sendiri tanpa menuntut pemerintah kolonial. Adapun caranya dengan membentuk Dana Pelajar. Gagasan Dokter Wahidin Sudirohusodo mi pun mendapat dukungan dan masyarakat luas. Pada akhir tahun 1907 Dr. Wahidin Sudirohusodo berpidato menyampaikan gagasan mi di depan mahasiswa Stovia (Sekolah Dokter Pribumi) di Jakarta. Pidato Dr. Wahidin Sudirohusodo mendapat tanggapan positif dan mahasiswa Stovia. Kemudian Sutomo seorang mahasiswa Stovia segera mengadakan pertemuan dengan teman-temannya guna membicarakan usaha memperbaiki nasib bangsa. Pada han Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta dan sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”. Tujuan Budi Utomo adalah mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan. Para mahasiswa Stovia yang tergabung di dalam Budi Utomo antara lain Sutomo sebagai ketua, M. Suradji, Muhammad Saleh, Ms. Suwarno, Sulaiman, Gunawan Mangunkusumo, Muhammad Sulaiman, dan Gumbreg.

Pada tanggal 5 Oktober 1908 Budi Utomo mengadakan kongres di Jogjakarta. Budi Utomo tidak ikut mengadakan kegiatan politik. Bergerak di bidang pendidikan sebagai pusat pergerakan. Jogjakarta ditetapkan sebagai pusat pergerakan. Wilayah pergerakan terbatas di Jawa dan Madura. Tirto Kusumo (Bupati Karanganyar). Sejak tahun 1915 kegiatan Budi Utomo berubah tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi bergerak dalam bidang politik. Kegiatan Budi Utomo dalam bidang politik adalah sebagai berikut. Ikut duduk dalam Komite Indie Weerbaar (Panitia Ketahanan Hindia Belanda) dan Indonesia. Ikut mengusulkan dibentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad). Tokoh Indonesia yang ikut duduk dalam Volksraad, yaitu S.Suryokusuma. Merencanakan program politik untuk mewujudkan pemerintahan parlemen berdasarkan kebangsaan. Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul Indonesia, maka pemenintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Han Kebangkitan Nasional. Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 1911. Tujuannya adalah memperkuat persatuan pedagang pribumi agar mampu bersaing dengan pedagang asing terutama pedagang Cina.

Namun pada tanggal 10 September 1912 SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Ruang gerak pergerakan ini lebih luas, tidak terbatas dalam masalah perdagangan melainkan juga bidang pendidikan dan politik. Anggota pergerakan ini tidak hanya terbatas dan kaum pedagang, tetapi kaum Islam pada umumnya. SI adalah organisasi yang bercorak sosial, ekonomi, pendid ikan, dan keagamaan, namun dalam perkembangannya SI juga bergerak di bidang politik. SI tumbuh sebagai organisasi massa terbesar pertama kali di Indonesia. Pada tanggal 20 Januari 1913 Sarekat Islam mengadakan kongres yang pertama di Surabaya. SI bukan partai politik dan tidak akan melawan pemerintah Hindia Belanda. Surabaya ditetapkan sebagai pusat SI. HOS Tjokroaminoto dipilih sebagai ketua. Kongres pertama mi dilanjutkan kongres yang kedua di Surakarta yang menegaskan bahwa SI hanya terbuka bagi rakyat biasa. Para pegawai pemerintah tidak boleh menjadi anggota SI karena dipandang tidak dapat menyalurkan aspirasi rakyat. Pada tanggal 17-24 Juni 1916 diadakan kongres SI yang ketiga di Bandung. Dalam kongres mi SI sudah mulai melontarkan pernyataan politiknya. SI bercita-cita menyatukan seluruh penduduk Indonesia sebagai suatu bangsa yang berdaulat (merdeka).

Baca Juga : Awal Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908 – 1920

Tahun 1917 SI mengadakan kongres yang keempat di Jakarta. Dalam kongres ini SI menegaskan ingin memperoleh pemerintahan sendiri (kemerdekaan). Dalam kongres mi si mendesak pemerintah agar membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad). SI mencalonkan H.O.S. Tjokroaminoto dan Abdul Muis sebagai wakilnya di Volksraad. Antara tahun 1917—1920 perkembangan SI sangat terasa pengaruhnya dalam dunia politik di Indonesia. Corak demokratis dan kesiapan untuk bcrjuang yang dikedepankan SI, ternyata dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh sosialis untuk mengembangkan ajaran Marxis. Bahkan beberapa pimpinan SI menjadi pelopor ajaran Marxis (sosialis) di Indonesia dan berhasil menghasut sebagian anggota SI. Pemimpin-pemimpin SI yang merupakan pelopor ajaran Marxis (sosialis) di antaranya Semaun dan Darsono. SI ini tetap berlandaskan nasionalisme dan keislaman. Tokohnya HOS Cokroaminoto dan H. Agus Salim serta Surya Pranoto. SI ini berhalauan sosialis kin (komunis) yang nantinya menjadi PKI. Tokohnya Semaun. Adapun pusatnya di Semarang. Pada Kongres nasional SI ketujuh di Madiun tahun 1923 SI diganti menjadi PSI atau Partai Sarekat Islam.

Awal Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908 - 1920 Awal Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908 - 1920

Pergerakansosialis.com – Pergerakan nasional lahir dari penderitaan rakyat. Bangsa Indonesia terbelakang disemua bidang. Mereka miskin, ekonominya dikuasai bangsa asing. Pendidikan indonesiapun tertinggal sebahagian besar rakyat masih buta huruf. Jumlah sekolah lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. Lagi pula tidak semua orang bebas memasuki sekolah. Rakyat biasa hanya bisa memasuki sekolah rendah pribumi. Murid-murid hanya diajar sekedar membaca, menulis dan berhitung, setelah tamat mereka hanya diangkat sebagai pegawai rendah dengan gaji yang kecil atau sedikit.Pendidikan yang memakai sistem barat hanya boleh diikuti oleh anak pegawai yang bergaji besar atau banyak, anak bangsawan atau anak orang kaya. Rakyat tidak mempunyai tempat untuk mengadu nasib. Penguasa-penguasa pribumi tidak berkuasa lagi. Raja-raja dan para Bupati hanya memerintah sesuai kehendak Belanda. Bahkan, banyak diantaranya dijadikan alat untuk menindas rakyat. Dalam keadaan seperti itu, golongan pelajar tampil kemuka. Mereka adalah orang-orang Indonesia yang mendapat pendidikan Barat. Mereka mempelopori dan memimpin pergerakan nasional. Mereka berjuang di berbagai bidang, ada yang berjuang di bidang politik, ekonomi, maupun di bidang pendidikan.

Tujuan perjuangan itu satu, yaitu mencapai kemerdekaanbangsa dan tanah air.Peristiwa-peristiwa di dalam negeri berpengaruh pula terhadap Pergerakan Nasional. Peristiwa itu antara lain kemenangan Jepang dalam perang melawan rusia pada tahun 1905, Jepang bangsa Asia sedangkan Rusia bangsa Eropa(barat). Kemenangan Jepang itu membuktikan bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa. Revolusi cina dan gerakan nsional India dan Filipina, mempengaruhi juga pergerakan nasional. Revolsi Cina meletus pada tahun 1911. Golongan nasionalis Cina berhasil mengalahkan Dinasti Manchu yang sudah lama menguasai negeri Cina. Dinasti Manchu bukan orang cina asli.Di India terjadi gerakan nasional menentang penjajahan Inggris. Pemimipin terkemuka India adalah Mahatma Gandhi.Di Filipina terjadi pula gerakan nasional menentang penjajahan Spanyol. Perasaan akan timbulnya nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama, bukan secara tiba-tiba. Nasionalisme tersebut masih bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional. Nasionalisme yang bersifat menyeluruh dan meliputi semua wilayah Nusantara baru muncul sekitar awal abad XX. Hal-hal yang kiranya dianggap perlu dalam mencapai sebuah tujuan adalah pergerakan nasional Indonesia dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.

Dalam makalah ini, kami akan berusaha membahas atau memaparkan berbagai masalah yang berkaitan dengan pergerakan nasional Indonesia yang dimulai dengan berdirinya organisasi-organisasi hingga perjuangan organisasi tersebut dalam memprjuangkan kemerdekaan bagi bangsa indonesia. 1. Pengertian Pergerakan Nasional ? 2. Faktor-faktor pendorong adanya Pergerakan Nasional ? 3. Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional yang ada di Indonesia? 1. Untuk mengetahui Pengertian Pergerakan Nasional. 2. Untuk mengetahui Faktor-faktor pendorong adanya Pergerakan Nasional. 3. Untuk mengetahui Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional yang ada di Indonesia. Maksud dari kata “Pergerakan” disini meliputi segala macam aksi dengan menggunakan “organisasi” untuk menentang penjajahan dan mencapai kemerdekaan. Dengan organisasi ini menunjuk bahwa aksi tersebut disusun secara teratur, dalam arti ada pemimpinnya, anggota, dasar, dan tujuan yang ingin dicapai. Istilah “Nasional” menunjuk sifat dari pergerakan, yakni semua aksi dengan organisasi yang mencakup semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kultural. Indonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya.

Kedua kerajaan tersebut, terutama Majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk senantiasa dapat menikmati kebesaran itu. Hal ini dapat menggugah perasaan nasionalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad XX. Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis. Politik devide et impera, monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan. Atas prakarsa para kaum intelektual, persatuan itu dapat diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern. Perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan senjata tetapi dengan menggunakan organisasi-organisasi pemuda. Perkembangan sistem pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda. Tekanan datang dari Partai Sosial Demokrat yang di dalamnya ada van Deventer.