Author: superadmin

Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional

Pergerakansosialis.com – Perjuangan yang awalnya selalu menggunakan senjata, diubah menjadi menggunakan strategi politik dan semangat kebangsaan. Liberalisme diartikan kebebasan. Perjuangan ekonomi liberal dengan mengecam pemerintah yang ikut campur tangan dalam masalah perekonomian. Ekonomi Liberal menginginkan kekuatan ekonomi dibiarkan dan berkembang secara bebas. Liberalisme juga mempengaruhi bidang politik. Dalam hal ini Liberalisme bertujuan untuk mendapatkan pengakuan adanya kebebasan yang dimiliki oleh individu. Perkembangan paham Liberalisme juga mempengaruhi bidang agama. Hal ini ditandai dengan adanya kebebasan masing-masing individu untuk memilih suatu agama tanpa paksaan atau campur tangan dri pemerintah. Nasionalisme adalah suatu paham yang dapat memberi ilham kepada sebagian penduduk untuk bersatu dan dengan rasa kesetiaan yang mendalam megabdi kepentinganbangsa dan negara. Nasionalisme dapat terbentuk karena adanya perasaan senasib, persamaan budaya, persamaan karakter, dan persamaan keinginan untuk hidip bersama dalam suatu kelompok. Nasionalisme lahir di Inggris pada mulanya merupakan sikap bersatu untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya agar jangan sampai melepaskan diri. Nasionalisme Jerman pada awalnya muncul untuk melepaskan diri dari kekuasaan Austria.

Sosialisme muncul akibat adanya perkembangan industrialisasi yang ada di Eropa. Industrialisasi merupakan dampak dari adanya kebebasan individu dalam bidang ekonomi yang akhirnya melahirkan golongan kapitalisme atau pemilik modal. Golongan kapitalis menjadi golongan yang menguasai bidang perekonomian dan mengadakan penindasan terhadap golongan buruh. Dalam masyarakat berkembang adanya suatu kelompok yang mementingkan kedudukan dan status golongan buruh. Inilah yang disebut golongan sosialis. Adalah suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Paham demokrasi pertama kali dilaksanakan di Yunani yaitu Polis Athena yang berupa demokrasi langsung. Kekuasaan raja-raja di Eropa yang sifatnya absolut mulai ditumbangkan dan ditentang oleh rakyat sehingga memunculkan pemerintahan yang demokratis. Paham demokrasi pada intinya membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengakuan hak asasi manusia.  Demokrasi parlementer yang menempatkan kedudukan parlemen (badan legislatif) lebih tinggi dari pada badan eksekutif.  Demokrasi sistem pemisahan kekuasaan, dalam sistem ini kekuasaan legislatif dipegang oleh konggres, kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden, sedangkan kekuasaan yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung. Sistem seperti ini dianut oleh negara Amerika Serikat.  Sistem demokrasi melalui referendum, dalam sistem ini setiap negara bagian memiliki lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Sistem ini rakyat berperan sebagai badan pengawas melalui sistem referendum. Contoh negara yang melaksanakan sistem ini ialah Swiss. B. PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN AWAL MUNCULNYA KESADARAN NASIONALISME DI INDONESIA. Pada akhir abad ke 19 sistem pendidikan yang berkembang di indonesia semakin banyak. Sistem pendidikan ini diselenggarakan oleh kelompok agama ataupun oleh poemerintah kolonial Belanda. Sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh kelompok agama lebih menitikberatkan pada pendidikan agama. Sementara pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah kolonial Belanda menekankan sistem pendidikan barat yang memiliki kurikulum yang jelas. Pendidikan yang diselenggarakan oleh Belanda pada awalnya hanyalah sebagai usaha Belanda untuk memenuhi tenaga kerja yang bisa mebaca dan menulis, yang nantinya akan disalurkan pada perkebunan-perkebunan atau kantor-kantor milik Belanda. Belanda menggunakan sistem deskriminatif, anak-anak bumi putera, sekolah yang dimasuki ialah sekolah khusus yang menggunakan kurikulum yang berbeda dengan anak-anak Eropa.Anak-anak yang boleh memasuki sekolah Eropa hanyalah anak-anak keturunan bangsawan atau yang orang tuanya bekerja di pmerintahan Belanda.

Perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia ternyata dalam jangka waktu yang panjang dapat mengubah kedudukan sosial di masyarakat dan melahirkan satu golongan baru dalam masyarakat yaitu golongan cendekiawan. Golongan inilah yang nantinya mengadakan perubahan mengenai sistem perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. 1. Perjuangan bangsa Indonesia mulai menonjolkan persatuan. 2. Perjuangan tidk menggunakan senjata tradisional, melainkan menggunakan organisasi modern. 3. Pemimpin perjuangan ialah golongan cerdik pandai. Pergerakan nasional ditandai dengan munculnya perubahan perjuangan bangsa Indonesia untuk mengusir bangsa barat dari bumi nusantara. Budi Utomo didirikan oleh pelajar STOVIA di bawah pimpinan dr. Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini merupakan organisasi pergerakan nasional pertama sehingga tanggal itu ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tujuan Budi Utomo ialah untuk mencapai kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa. Memajukan pertanian, peternakan,dan perdagangan. Perkembangannya Budi Utomo tidak lagi bersifat lokal tetapi nasional. Sarekat Dagang Islam (1911) didirikan oleh seorang saudagar kaya raya H. Samanhudi di Laweyan (Surakarta). Latar belakang didirikannya SDI adalah terjadinya persaingan perdagangan antara pedagang pribumi dan pedagang asing, terutama yang berasal dari Cina atau Tionghoa.

Baca Juga : Makalah Perubahan Sosial

Pada masa HOS Tjokroaminoto, Sarekat Dagang Islam namanya diubah menjadi Sarekat Islam (SI), tahun 1912, pusat kedudukannya di Surabaya. Memajukan kepentingan rohani dn jasmani penduduk asli. Belanda khawatir SI akan menjadi besar sehingga Belanda mengadakan devide et impera antar anggota SI dengan cara menyusupkan idiologi komunis sehingga SI pecah menjadi SI Putih berhaluan Islam dan SI Merah berhaluan komunis. SI yang mendapat pengaruh komunis ialah SI cabang Semarang pimpinan Semaun. Dalam perkembangannya SI Putih menjadi Partsi Sarekat Islam dan SI Merah menjadi Partai Komunis Indonesia. Organisasi ini didirikan oleh Tiga Serangkai yang terdiri dari Suwardi Suryaningrat/Ki Hajar Dewantoro, dr. Cipto Mangunkusumo, dan dr.EFE Douwes Dekker/Danur Dirjo Setiabudi, pada tahun 1912. Anggotanya terbuak untuk semua lapisan masyarakat. Cita-cita perjuangan IP disebarluaskan melalui surat kabar De Express. Karena IP merupakan partai yang tegas dan menyatakan ingin memerdekakan Indonesia, maka Belanda melarang IP beroperasi. Walaupun demikian tokoh-tokoh IP tetap berjuang seperti Ki Hajar Dewantoro yang mengkritik Belanda dengan tulisannya berjudul Seandainya Saya Seorang Belanda. Organisasi ini didirikan oleh K.H.Ahmad dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta.

Makalah Perubahan Sosial Makalah Perubahan Sosial

Pergerakansosialis.com – Kita semua menyadari perubahan itu merupan konsekuensi dari kehidupan umat manusia yang terus menerus mendapatkan pengaruh internal maupun eksternal terhadap tata kehidupan dalam masyarakat kita. Sehingga tidak ada suatu masyarakatpun yang berhenti dari perubahan. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita melakukan rencana perubahan yang sebaik-baiknya untuk mengkondisikan masyarakat pada masa yang akan datang lebih baik dari kondisi yang sekarang. Perubahan itu sendiri akan mampu mengantarkan manusia kepada hakekat kehidupannya yang dicita-citakan yaitu tercapainya suatu suasana kehidupan yang damai, sejahtera, serasi dan dalam istilah agama disebut dengan bahagia. Perubahan diartikan sebagai suatu hal atau keadaan berubah, peralihan dan pertukaran. Dengan demikian perubahan adalah sebuah proses yang mengakibatkan keadaan sekarang berbeda dengan keadaan sebelumnya, karena mengalami perubahan atau pertukaran. William F.Ogburn memberi batasan terhadap makna perubahan social hanya pada unsure-unsur kebudayaan. Kingsley Davis berpendapat bahwa perubahan social adalah perubahan dalam struktur masyarakat. Misalnya dengan timbulnya organisasi buruh dalam masyarakat kapitalis, terjadi perubahan-perubahan hubungan antara buruh dan majikan, selanjutnya perubahan-perubahan organisasi ekonomi dan politik. Perubahan memiliki aspek yang luas, termasuk didalamnya yang berkaitan dengan nilai, norma, tingkah laku, organisasi social, lapisan social, kekuasaan, wewenang dan intraksi social.

Menurut Koenjaraningrat perubahan social itu sendiri mencakup nilai-nilai yang bersifat material maupun budaya tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian masayarakat adalah kelompok social yang mendiami suatu tempat. Istilah social itu sendiri dipergunakan untuk menyatakan pergaulan serta hubungan antara manusia dan kehidupannya, hal ini terjadi pada masyarakat secara teratur, sehingga cara hubungan ini mengalami perubahan dalam perjalanan masa, sehingga membawa pada perubahan masyarakat. Perubahan adalah proses social yang dialami oleh masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan system social, dimana semua tingkatan kehidupan masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya dan system social lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan system social baru. Sebagaimana telah diaungkapkan diatas perubahan itu adalah sebagai suatu hal atau keadaan berubah, peralihan dan pertukaran, maka perubahan itu sendiri terjadi membutuhkan sebuah proses sehingga akan mengakibatkan terjadinya perubahan social. Dengan demikian perubahan adalah suatu proses yang mengakibatkan keadaan sekaran berbeda dengan keadaan sebelunya. Masyarakat selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Ada yang menganggap bahwa perubahan tersebut tak ubahnya sebuah siklus yang selalu berputar dan tidak ada akhirnya. Adapula yang beranggapan bahwa suatu perubahan pasti mengacu pada kondisi yang lebih baik.

Ada pula yang beranggapab bahwa tidak mungkin terjadi perubahan jika tidak ada pemicu, seperti sebuah hubungan yang timbale balik. Teori ini menempatkan variable latar belakang sejarah dengan menekankan proses evolusi sebagai factor penting terjadinya perubahan. Perubahan sebagai siklus; Perubahan sebagai perkembangan. Perubahan sebagai siklus akan sulit diketahui ujung pangkal perubahannya. Asumsi ini memandang sejarah sebagai siklus yang tak berujung. Ibnu Khaldun adalah salah satu pendukung teori sosiohistoris, yang mengemukakan perubahan, sebagai suatu siklus yang memfokuskan pada bentuk dan tingkat pengorganisasian kelompok dengan latar social budaya yang berbeda. Model perubahan social seperti ini biasanya dianut oleh masyarakat di kawasan Timur, terutama Cina. Sementara Auguste Comte, Herbert Spencer, dan Emile Durkheim adalah penganut perspektif yang melihat perubahan sebagai perkembangan. Setiap masyarakat lambat laun pasti berubah kearah yang lebih maju, kompleks dan modern. Teori ini melihat perubahan social sebagai dinamika adaptif menuju keseimbangan baru, akibat dari perubahan lingkungan eksternal. Teori ini memadang perubahan social, sebagai akibat dari peran actor individual untuk berkereasi dan berkembang.

Dalam teori konflik dijelaskan bagaimana perubahan social biasa diakibatkan dari adanya proses social yang disosiatif dalam masyarakat. Teori konflik berbicara secara terang-terangan banyak perubahan masyarakat. Tokoh sentral konflik ini adalah Karl Marx yang mendasarkan diri pada asumsi yang mengisyaratkan adanya kontradiksi sebagai substansi segala sesuatu, baik alam maupun manusia, sekaligus fakta sentral segala sesuatu. Strauss mengatakan konflik dan kontradiksi yang merupakan proses tawar menawar antara beberapa kekuatan untuk menuju tertib social dan setiap masyarakat akan selalu mengalami proses tersebut. Jadi, agar manusia dapat bertahan dengan segalam perubahan yang terjadi baik didalam diri mereka maupun perubahan yang terjadi dilikungkungan mereka, keempat fungsi tersebut haruslah dapat dilaksanakan. Dan ini tidak hanya berlaku bagi manusia sebagai individu, tetapi juga berlaku bagi manusia sebagai kelompok social. Melakukan tindakan yang nyata baik tindakan secara individual maupun tindakan social merupakan kunci utam untuk berfungsinya keempat hal di atas. Jika keberfungsian terjadi, maka segala perubahan yang terjadi dapat dijalani sebagai hal yang wajar dan sebagai proses yang alami yang justru akan menyehatkan masyarakat manusia itu sendiri.

Baca Juga :Kebijakan Pemerintah Kolonial Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia

Proses perubahan masyarakat pada dasarnya merupakan perubahan pola prilaku kehidupan dari seluruh norma-norma social yang baru secara seimbang, berkemajuan dan berkesinambungan. Polo-pola kehidupan masyarakat lama yang dianggap sudah usang dan tidak relevan lagi akan diganti dengan pola-pola kehidupan baru yang tidak sesuai dengan kebutuhan sekarang dan masa mendatang. Pendapat lain mengatakan bahwa perubahan itu juga terjadi dalam suatu masyarakat dapat disebabkan oleh terganggunya keseimbangan atau tidak adanya sinkronisasi, terganggunya keseimbangan ini akan mengakibatkan terjadinya ketegangan-ketegangan dalam tubuh manusia, disamping itu juga adanya ketidak puasan suatu masyarakat terhadap kondisi budaya yang ada. Disisi lain yang dominant dalam perubahan itu sendiri, tidak boleh dipungkiri karena adanya penemuan baru (invention), pertumbuhan penduduk yang semakin banyak dan kebudayaan (culture). Aspirasi seorang individu atau kelompok dalam melaksanakan perubahan social sangat dipengaruhi oleh inovasi dan adaptasi dari setiap tekhnologi yang baru muncul, atau nampak ditengah-tengah masyarakat, baik tekhnologi yang berasal dari dalam (intern) maupun luar (ekstren) negeri. Fenomena ini menggambarkan bahwa betapa pentingnya inovasi bagi kemajuan dan perubahan dalam suatu masyarakat, sehingga pada akhirnya dapat dijadikan sebagai bagian dari peradaban masyarakat. Manusia secara terus menerus berupaya untuk memodifikasi sumber daya alam dalam bentuk pemecahan maslah.

Kebijakan Pemerintah Kolonial Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia Kebijakan Pemerintah Kolonial Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia

Pergerakansosialis.com – Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum selama memerintah tahun 1916-1921 menerapkan sistem politik moderat. 2) Muncul pemberontakan-pemberontakan di daerah (Jambi, Pasar Rebo, Cimareme, Toli-Toli) sebagai wujud kegelisahan dan penderitaan sosial masyarakat. 3) Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum berkeinginan untuk mengadakan perbaikan dan perubahan, dengan acara membentuk komisi perubahan, yang bertugas meninjau kembali kekuasaan dewan rakyat dna struktur administrasi pemerintahan Hindia Belanda. Dengan sistem moderat ini tercipta hubungan baik antara pemerintah kolonial Belanda dengan tokoh-tokoh organisasi pergerakan atau dengan pribumi. Munculnya krisis ekonomi setelah PD I, mengharuskan gubernur Jenderal Fock yang menggantikan Van Limburg Stirum sejak tahun 1921 merubah politik kolonialnya, yakni lebih bersifat reaksioner dan keras. Hal ini menyebabkan strategi organisasi pergerakan nasional berubah ke radikal dan Non Kooperatif (sejak tahun 1922), bahkan mulai muncul pergerakan (1926) dengan wujud pemberontakan di Banten dan Sumatera Barat. Untuk mengatasi radikalisme yang semakin kuat dari peribumi, maka De Graff sebagai gubernur jenderal menggantikan Fock menerapkan politik penindasan dan bertindak secara keras terhadap para tokoh nasionalis (tindakan cenderung represif). Puncak pelaksanaan sistem reaksioner dan penindasan terjadi pada masa gubernur Jenderal De Jonge (1931-1936). Pemerintah mengeluarkan aturan larangan berkelompok dan banyak tokoh nasional ditangkap, seperti Bung Karno, Bung Hatta Dan Sutan Syahrir. Beberapa organisasi pergerakan juga dibubarkan, seperti PNI dan Partindo.

Selain itu, adanya pembatasan-pembatasan pergaulan sosial antara ras-ras. Tidak adanya kontak sosial dan adanya pemisahan-pemisahan fisik yang sangat mencolok. Masyarakat Jawa dengan keras dilarang memasuki perkumpulan-perkumpulan, lapangan-lapangan olahraga, sekolah-sekolah, tempat-tempat umum dan daerah tempat dimana kediaman bangsa Belanda. Bentuk lahiriah wilayah Indonesia pada saat ini masih menjadi bukti adanya pemisahan-pemisahan pada zaman kolonial itu. Anggota-anggota sosial yang dominan yang sebagian besar terdiri dari orang-orang Eropa, di kota-kota mereka mempunyai daerah-daerah tempat tinggal yang khusus dan di bagian kota yang baik. Karena pergaulan hidup antara golongan-golongan itu tertutup, maka apabila tidak ada kontak yang perlu, golongan-golongan itu berusaha menjauhkan diri satu sama lainnya. Dapat dinyatakan lebih konkrit, mereka hidup, bekerja dan membangun pada jalan yang sama sekali berbeda, dan mereka mempunyai kepentingan-kepentingan, kemampuan-kemampuan dan ideal-ideal yang tidak sama. Hanya pada hubungan-hubungan formal, seperti hubungan majikan dengan buruh atau hubungan tuan dengan hamba, terjadilah kontak tetapi kontak yang menunjukan ketidaksamaan tersebut. Bilamana kontak sosial tidak dapat di hindari, maka jarak sosial itu diterbitkan dan di lambangi dengan berbagai macam etiket dan berbagai macam mekanisme untuk melindungi diri sendiri. Semua bentuk pemisahan yang mencolok itu di institusionalisasikan untuk mencegah kontak sosial pada tingkat – tingkatan dimana ada kesamaan sosial atau keakraban.

Dilihat dari segi ini, maka masyarakat kolonial itu sunggun -sungguh menyerupai masyarakat yang berkasta. Tahun 1930 jumlah seluruh penduduk bumiputra di Jawa hampir mendekati 41.000.000 sedangkan untuk jumlah penduduk Eropa hampir 200.000. Berarti jumlah penduduk Eropa hanya sebesar 0,5% dari penduduk bumiputra. Penduduk yang sedikit banyak boleh dikatakan penduduk kota hanya 3.500.000 atau 8,5% dari seluruh penduduk Jawa. Dari jumlah itu golonga Eropa seluruhnya berjumlah 650.000. 64,5%. dalam waktu 30 tahun jumlah mereka bertambah tiga kalilipat. Kenaikan jumlah masyarakat Eropa ini dikarenakan karena adanya perluasan aparatur pemerintah dan perusahaan-perusahaan Barat. Sesuatu hal yang menarik perhatian bahwa pada periode itu juga pendudukan dan pekerjan terbuka lebih besar bagi bangsa Indonesia. Meskipun bagsa Indonesia dapat diangkat pada fungsi-fungsi taraf menengah, tapi bagian-bagian tingginya sebagian diisi oleh orang-orang Eropa, yaitu Indo Eropa atau mereka yang di datangkan ke Jawa dari negeri Belanda. Dari sini dapat ditemukan adanya prinsip diskriminasi ras. 92,2% dari pegawai-pegawai tinggi pada dinas-dinas pemerintah adalah orang Eropa.

Baca Juga : Teori Gerakan Sosial

Pada berbagai cabang fungsi-fungsi golongan administratif golongan Eropa menjadi mayoritasnya, misalnya 77% dalam staf teknis, 83% dalam staf pengawasan, dan 67% dalam sataf keuangan. Sedangkan 6,4% bangsa Indonesia. Selain digolongkan berdasarkan kriteria diskriminasi ras, stratifikasi sosial yang terjadi dalam kalangan masyarakat kolonial ini dapat digolongkan berdasarkan tipe tempat tinggal. Tahun 1930 jumlah penghuni rumah rata-rata 4 orang bagi golongan Eropa dan 4,7 orang bagi bangsa Jawa. Dan hanya 2% dari penduduk Eropa di Jawa yang berdiam di rumah yang dibuat dari material yang tidak permanen, sedangkan untuk golongan bumiputra 40%. Jumlah rumah batu yang didiami golongan Eropa berjumlah 35.890 buah, sedangkan yang didiami golongan bumuputra berjumlah 352.353 buah. Rumah dengan gaya modern juga menjadi tanda status kehidupan yang tinggi. Lokasi rumah yang khusus, ukuran besarnya, struktur dan susunannya. Semua itu secara langsung menunjukan status pemiliknya. Rumah-rumah priyayi tinggi berukuran besar, dibuat dari batu seperti halnya rumah-rumah pegawai menengah dan pegawai tinggi sedangkan pegawai-pegawai rendahan bertempat tinggal di rumah-rumah kayu dan penduduk-penduduk desa di rumah -rumah bambu. Namun mengenai hal ini belum dapat dibuat anilisis statistik dari data sosial ekonomi mengenai unsur kebudayaan ini.

Teori Gerakan Sosial Teori Gerakan Sosial

Pergerakansosialis.com – Menurut Anthony Giddens (Putra dkk, 2006), gerakan sosial adalah suatu upaya kolektif untuk mengejar suatu kepentingan bersama atau gerakan mencapai tujuan bersama melalui tindakan kolektif (collective action) di luar lingkup lembaga-lembaga yang mapan. Menurut Tarrow (1998), gerakan sosial merupakan politik perlawanan yang terjadi ketika rakyat biasa yang bergabung dengan para kelompok masyarakat yang lebih berpengaruh menggalang kekuatan untuk melawan para elit, pemegang otoritas, dan pihak-pihak lawan lainnya. Menurut Borgatta dan Marie, gerakan sosial adalah tindakan kolektif yang mencoba untuk mempromosikan atau menentang perubahan di dalam masyarakat atau kelompok. Menurut Mirsel (2004), gerakan sosial adalah seperangkat keyakinan serta tindakan tak terlembaga yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk memajukan ataupun menghalangi perubahan dalam masyarakat. Gerakan perpindahan (migratory movement), yaitu arus perpindahan ke suatu tempat yang baru. Individu-individu dalam jenis gerakan ini umumnya tidak puas dengan keadaan sekarang dan bermigrasi dengan harapan memperoleh masa depan lebih baik. Gerakan ekspresif (expresive movement), yaitu tindakan penduduk untuk mengubah sikap mereka sendiri dan bukan mengubah masyarakat.

Individu-individu dalam jenis gerakan ini sebenarnya hanya merubah persepsi mereka terhadap lingkungan luar yang kurang menyenangkan dari pada mengubah kondisi luar itu sendiri. Gerakan utopia (utopian movement), yaitu gerakan yang bertujuan menciptakan lingkungan sosial ideal yang dihuni atau upaya menciptakan masyarakat sejahtera yang berskala kecil. Gerakan reformasi (reform movement), yaitu gerakan yang berupaya memperbaiki beberapa kepincangan atau aspek tertentu dalam masyarakat tanpa memperbarui secara keseluruhan. Gerakan revolusioner (revolutionary movement), yaitu gerakan sosial yang melibatkan masyarakat secara tepat dan drastis dengan tujuan mengganti sistem yang ada dengan sistem baru. Gerakan regresif (reaksioner), yaitu gerakan yang berusaha untuk mengembalikan keadaan kepada kedudukan sebelumnya. Para individu yang bergabung dalam gerakan ini adalah orang-orang yang kecewa terhadap kecenderungan sosial yang sedang berjalan. Gerakan perlawanan (resistance movement), yaitu gerakan yang berusaha melawan perubahan sosial tertentu. Gerakan progresif (progressive movement), yaitu gerakan yang bertujuan memperbaiki masyarakat dengan cara mengadakan perubahan-perubahan positif pada lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi. Gerakan konservatif (conservative movement), yaitu gerakan yang berusaha menjaga agar masyarakat tidak berubah. Individu-individu yang mendukung gerakan ini menganggap bahwa kedudukan masyarakat pada saat sekarang sebagai kedudukan yang paling menyenangkan.

Agregate Frame, adalah proses pengartian isu sebagai masalah sosial. Individu yang mendengar frame dari peristiwa tersebut sadar bahwa isu tersebut adalah masalah bersama yang berpengaruh di setiap individu. Consensus Frame, adalah proses definisi yang berkaitan dengan masalah sosial hanya dapat diselesaikan dengan tindakan kolektif. Hal ini mengkonstruksi perasaan dan identifikasi dari individu untuk bertindak secara kolektif. Collective Action Frame, adalah proses yang memaparkan kenapa dibutuhkan suatu tindakan kolektif, serta tindakan kolektif apa yang harus dilakukan. Tahap kegelisahan. Dalam tahap ini terjadi ketidakpuasan akibat pergolakan sistem yang kurang baik. Tahap ini bisa meluas dan berlangsung selama beberapa tahun. Tahap kegusaran. Setelah perhatian dipusatkan pada kondisi-kondisi yang menimbulkan kegelisahan, maka terhimpunlah sebuah kolektivitas. Kegelisahan yang muncul dalam kolektivitas ini digerakkan oleh para agitator atau pemimpin. Tahap formalisasi. Dalam tahap ini, tidak tampak adanya struktur formal yang terorganisir yang dilengkapi dengan hierarki petugas-petugas. Salah satu tugas penting adalah menjelaskan ideologi gerakan kepada anggota yang telah bersatu. Sebab-sebab terjadinya ketidakpuasan, rencana aksi dan sasaran-sasaran gerakan. Tahap pelembagaan. Jika gerakan tersebut berhasil menarik banyak pengikut dan dapat memenagkan dukungan publik, akhirnya akan terjadi pelembagaan. Selama tahap ini, ditetapkan suatu birokrasi dan kepemimpinan yang profesional yang disiplin mengganti figur-figur kharismatik sebelumnya. Sujatmiko, I. G. 2006. Gerakan Sosial dalam Dinamika Masyarakat. Mirsel, Robert. 2004. Teori Pergerakan Sosial: Kilasan Sejarah dan Catatan Bibliografis. Putra, Fadillah Dkk. 2006. Gerakan Sosial. Tarrow, Sidney. 1998. Power in Movement, Social Movements and Contentius Politics. Cambridge: Cambridge University Press. Syarbaini, Syahrial. 2013. Dasar-Dasar Sosiologi. Gettys, W.E. dan Dawson, Carl A. 1948. An Introduction to Sociology. New York: The Ronald Press Company.

Jadi Jong Java berusaha membina persatuan dan persaudaraan JawaRaya melalui suatu ikatan dikalangan pemuda-pemuda pelajar yang disebut Jawa Raya, yakni daerah Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok. Daerah-daerah tersebut memang meiliki kebudayaan yang sama yang disebut dengan “ HindoeJavaansch Cultuur”. Tujuan lain dibentuknya Jong Java berusaha memajukkan anggotaanggotanya serta menimbulkan rasa cinta terhadap bahasa dan kebudayaan sendiri. Kegiatan utama Jong Java adalah dibidang kebudayaan dan kesenian. Jong Java merupakan perkumpulan atau organisasi pemuda yang tidak mencampuri urusan politik dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan atau propaganda politik. Mereka sangat hati-hati dan tidak cepat bergerak kearah politik. Namun derasnya pergerakan politik yang terjadi di Batavia tentang gerakan kebangsaan Indonesia. Maka Jong Java tidak bisa menghindari pengaruh pergerakan politik yang bergejolak itu. Tujuan ini adalah untuk mencapai Jawa-Raya, dengan memperkokoh rasa persatuan antara pemuda Jawa, SUnda, Madura, Bali, dan Lombok. Namun mengingat semakin banyak pemuda yang berminat masuk menjadi anggota, maka akhirnya Tri Koro Dharmo membuka kesempatan pemuda-pemuda dari berbagai pulau.

Baca Juga : Perjalanan TEORI SOSIAL INDONESIA

Dengan kesempatan yang diberoikan ini, banyak pemuda dari sumatera masuk menjadi anggota Tri Koro Dharmo. Walaupun hal tersebut terjadi hanya untuk sementara. Dengan berprinsip seperti itu, maka pada tanggal 12 Juni 1918, nama Tri Koro Dharmo di ubah namanya menjadi “Jong Java”. Selanjutnya diikuti oleh pemuda-pemuda dari daerah laindengan mendirikan organisasi pemuda sesuai dengan asla nama daerahnya. Jong Sumatranen Bond berdiri pada tanggal 2 Desember 1917 di Jakarta. Organisasi ini didirikan oleh para pemuda pelajar yang berasal dari Pulau Sumatera. Seperti juga Tri Koro Darmo, Jong Sumatranen Bond juga didirikan di Gedung STOVIA Jakarta. Sagimun 1989:79). Keadaan Batavia atau Jakarta sebagai pusat pendidikan, ekonomi, politik serta sosial budaya, memungkinkan organisasi-organisasi pemuda lahir dan berkembang pusat disana. Organisasi pemuda kedaerahan tersebut sangat berhati-hati dan tidak cepat bergerak kearah politik. Pergerakan untuk melawan penjajah tidak lagi berjuang secara fisik, melainkan berjuang secara moral. Jadi tidak ada lagi perang fisik melainkan berjuang melalui semangat persatuan dan kesatuan yang dapat dibina melalui pendidikan. Tujuan dari organisasi ini adalah mempererat hubungan dan persaudaraan antara pemuda-pemuda pelajar yang berasal dari pulau Sumatera.

Perjalanan TEORI SOSIAL INDONESIA Perjalanan TEORI SOSIAL INDONESIA

Pergerakansosialis.com – Suku Primitif berkembang melalui peningkatan jumlah anggotanya, perkembangan itu mencapai suatu titik di mana suatu suku terpisah menjadi beberapa suku yang secara bertahap timbul beberapa perbedaan satu sama lain. Perkembangan ini dapat terjadi, seperti pengulangan maupun terbentuk dalam proses yang lebih luas dalam penyatuan beberapa suku. Pernyatuan itu terjadi tanpa melenyapkan pembagian yang sebelumnya disebabkan oleh pemisahan. Pertumbuhan masyarakat tidak sekedar menyebabkan perbanyakan san penyatuan kelompok, tetapi juga meningkatkan kepadatan penduduk atau meningkatkan solidaritas, bahkan memajukan massa yang lebih akrab. Dalam tahapan masyarakat yang belum beradab (uncivilized) itu bersifat homogeny karena mereka terdiri dari kumpulan masnusia yang memiliki kewengan, kekuasaan dan fungsi yang relative sama, terkecuali masalah jenis kelamin. Suku nomanden memiliki ikatan karena dipersatukan oleh ketundukkan kepada pemimpin suku. Ikatan ini mengikat hingga mencapai masyarakat beradab yang cukup untuk diintegrasikan bersama “selama 1000 tahun lebih”. Jenis kelamin pria, diindentikan dengan symbol-simbol yang menuntut kekuatan fisik, seperti keprajuritan, pemburu, nelayan dan lain-lain. Kepemimpinan muncul sebagai konsekuensi munculnya keluarga yang sifatnya tidak tetqap atau nomenden. Wewenang dan kekuasaan seseorang ditentukan oleh kekuatan fisik san kecerdikan seseorang, selanjutnya kewenangan dan kekuasaan tersebut memiliki sifat yang diwariskan dalam keluarga tertentu.

Peningaktan kapasitas pun menandai proses pertumbuhan masyarakat. Organisasi-organisasi sosial yang mulanya masih samar-samar, pertumbuhannya mulai mantap secara perlahan-lahan, kemudian adat menjadi hukum, hukum menjadi semakin khusus dan institusi sosial semakin terpisah berbeda-beda. Jadi, dalam berbagai hal memenuhi formula evolusi. Perkembanngan pun ditandai oleh adanya pemisahan unsur-unsur religious dan sekuler. Begitu pun system pemerintahan bertambah kompleks, diferensiasi pun timbul dalam organisasi sosial termasuk tumbuhnya kelas kelas sosial dalam masyarakat yang ditandai oleh siuatu pembagian kerja. Teori Dramatugi dari Erving Goffman tersebut tertuang dalam bukunya yang berjudul The Presentation of Self in everyday Life (1959) dan Encounters; Two Studies of Sociology of Interaction(1961). Goffman tidak berupaya menitikberatkan pada stuktur sosial, melainkan pada interaksi tatap muka atau kehadiran bersama (Co-presence). Menurutnya interaksi tatap muka itu dibatasi (1959:15) sebagai individu yang saling memengaruhi tindakan-tindakan mereka satu sama lain ketika masing-masing berhadapan secara fisik. Dalam suatu situasi sosial, seluruh kegiatan dari partisipan tertentu disebut sebagai suatu penampilan (performance), sedangkan orang-orang lain yang terlibat di dalam situasi itu disebut sebagai pengamat atau partisipan lainnya.

Para actor adalah mereka yang melakukan tindakan-tindakan atau penampilan ritun. Yang dimaksud tindakan rutin (Routine) disini Goffman (1974:16) membatasi sebagai pola tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya, terungkap pada saat melakukan pertunjukkan dan yang juga dapat dilakukan maupun di ungkapkan dalam kesempatan lain. Individu dapat menyajikan suatu show (pertunjukan) bagi orang lain, tetapi kesan (impression) pelaku terhadap pertunjukkan tersebut dapat berbeda-beda. Seseorang dapat bertindak sangat menyakinkan atas tindakan yang diperlihatkannya, walaupun sesungguhnya perilaku sehari-harinya tidaklah mencerminkan tindakan yang demikian. Panggung depan adalah bagian penampilan individu yang secraa teratur berfungsi sebagai metode umum untuk tampil di depan public sebagai sosok ideal. Sedangkan pada panggung belakang, terdapat sejenis “masyarakat rahasia” yang tidak sepenuhnya dapat dilihat di atas permukaan (1959:105). Dalam hal ini tidak mustahil bahwa tradisi dan karakter pelaku sangat berbeda dengan apa yang dipentaskan di depan. Dengan demikian, ada kesenjangan peranan mauoun keterikatan peranan ataupun role embracement (Goffman. Lewis H.Morgan (1818-1881) adalah seorang perintis antropolog Amerika terdahulu, pada awal kariernya adalah seorang ahli hukum yang banyak melakukan penelitian suku Indian di hulu Sungai St. Lawrwnce deket kota New York. Karya terpentingnya berjudul Ancient Society (1987) yangn memuat delapan tahapan tentang evolusi kebudayaan secara universal.

Baca Juga : Organisasi Pergerakan Nasional Tujuan Dan Tokoh

Zaman Kiar Tua, merupakan zaman sejak adanya manusia sampai manemukan api, kemudian manusia menemukan kepandaian meramu dan mencari akar-akar tumbuhan liar. Zaman Liar Madya, merupakan zaman di mana manusia menemukan senjata busur dan panah. Pada zaman ini pula manusia mulai mengubah mata pencahariannya dari meramu menjadi pencari ikan di sungai-sungai sebagai pemburu. Zaman Liar Muda, pada zaman ini manusia dari persenjataan busur dan panah sampai mendapatkan barang-barang tembikar, namun kehidupannya masih berburu. 2. Teori Evolusi Keluarga J.J. J.J. Bachoven adalah seorang ahli hukum Jerman yang banyak mempelajari etnografi berbagai bangsa (Yunani, Romawi, Indian termasuk juga Asia Afrika). Tahap Promiskuitas, manusia hidup serupa binatang berkelompok, laki laki dan perempuan berhubungan dengan bebas dan melahirkan keturunannya tanpa ikatan. Kelompok-kelompok keluarga inti belum ada pada waktu itu. Keadaan tersebut merupakan tingkat pertama dalam proses perkembangan masyarakat manusia. Lambat laun manusia sadar akan hubungan anatar ibu dengan anaknya sebagai suatu kelompok keluarga inti dalam masyarakat. Oleh karena itu, pada masa ini anak-anak mulai mengenal ibunya, belum mengenal ayahnya. Di situlah peran ibu merangkap sebagai kepala keluarga atau rumah tangga.

Organisasi Pergerakan Nasional Tujuan Dan Tokoh Organisasi Pergerakan Nasional Tujuan Dan Tokoh

Pergerakansosialis.com – Dalam kesepakatan itu ditekankan pada upaya Perhimpunan Indonesia tetap pada garis perjuangan kebangsaan dan diharapkan PKI dengan ormas-ormasnya tidak menghalang-halangi Perhimpunan Indonesia dalam mewujudkan citacitanya. Cita-cita Perhimpunan Indonesia tertuang dalam 4 pokok ideologi dengan memerhatikan masalah sosial, ekonomi dengan menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang dikembangkan sejak tahun 1925. Keempat pokok ideologi tersebut adalah kesatuan nasional, solidaritas, non-kooperasi, dan swadaya. Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. Berdirinya PKI tidak terlepas dari ajaran Marxis yang dibawa oleh Sneevliet. Ia bersama teman-temannya seperti Brandsteder, H.W Dekker, dan P. Bergsma, mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang pada tanggal 4 Mei 1914. Tokoh-tokoh Indonesia yang bergabung dalam ISDV antara lain Darsono, Semaun, Alimin, dan lain-lain. PKI terus berupaya mendapatkan pengaruh dalam masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuhnya adalah melakukan infiltrasi dalam tubuh Sarekat Islam. Infiltrasi dapat dengan mudah dilakukan karena ada beberapa faktor berikut. 1. Adanya kemelut dalam tubuh SI, di mana pemerintah Belanda lebih memberi pengakuan kepada cabang Sarekat Islam lokal. 2. Adanya disiplin partai dalam SI, di mana anggota SI yang merangkap anggota ISDV harus keluar dari SI.

Akibatnya SI terpecah menjadi SI Merah dan SI Putih. Setelah berhasil menyusup dalam tubuh SI, jumlah anggota PKI semakin besar. PKI berkembang pesat. Berikut ini ada beberapa faktor yang menyebabkan PKI berkembang pesat. 1. Propagandanya yang sangat menarik. 2. Memiliki pemimpin yang berjiwa kerakyatan. 3. Pandai merebut massa rakyat yang tergabung dalam partai lain. 4. Sikapnya yang tegas terhadap pemerintah kolonial dan kapitalis. 5. Di kalangan rakyat terdapat harapan bahwa PKI bisa menggantikan Ratu Adil. Organisasi PKI makin kuat ketika pada bulan Februari 1923 Darsono kembali dari Moskow. Ditambah dengan tokoh-tokoh Alimin dan Musso, maka peranan politik PKI semakin luas. Pada tanggal 13 November 1926, Partai Komunis Indonesia mengadakan pemberontakan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemberontakan ini sangat sia-sia karena massa sama sekali tidak siap di samping organisasinya masih kacau. PKI telah mengorbankan ribuan orang yang termakan hasutan untuk ikut serta dalam pemberontakan. Dampak buruk lainnya yang menimpa para pejuang pergerakan di tanah air adalah berupa pengekangan dan penindasan yang luar biasa dari pemerintah Belanda sehingga sama sekali tidak punya ruang gerak. Walaupun PKI dinyatakan sebagai partai terlarang tetapi secara ilegal mereka masih melakukan kegiatan politiknya.

Semaun, Darsono, dan Alimin meneruskan propaganda untuk tetap memperjuangkan aksi revolusioner di Indonesia. Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio politik yang kompleks. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangat untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut. 1. Pergerakan yang ada lemah sehingga kurang bisa menggerakkan massa. 2. PKI sebagai partai massa telah dilarang. 3. Propagandanya menarik dan mempunyai orator ulung yang bernama Ir. Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karno mengeluarkan Trilogi sebagai pegangan perjuangan PNI. Trilogi tersebut mencakup kesadaran nasional, kemauan nasional, dan perbuatan nasional.

Baca Juga : Sebagai Wujud Harapan Kartini

Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI menggunakan tiga asas yaitu self help (berjuang dengan usaha sendiri) dan nonmendiancy, sikapnya terhadap pemerintah juga antipati dan nonkooperasi. Dasar perjuangannya adalah marhaenisme. Kongres Partai Nasional Indonesia yang pertama diadakan di Surabaya, tanggal 27 – 30 Mei 1928. Kongres ini menetapkan beberapa hal berikut. 2. bidang ekonomi dan sosial untuk memajukan pelajaran nasional. Menetapkan garis perjuangan yang dianut adalah nonkooperasi. Menetapkan garis politik memperbaiki keadaan politik, ekonomi dan sosial dengan kekuatan sendiri, antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah, poliklinik-poliklinik, bank nasional, perkumpulan koperasi, dan sebagainya. Peranan PNI dalam pergerakan nasional Indonesia sangat besar. Menyadari perlunya pernyataan segala potensi rakyat, PNI memelopori berdirinya Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). PPPKI diikuti oleh PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), Budi Utomo, Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, Indonesische Studi Club, dan Algemeene Studie Club. Berikut ini ada dua jenis tindakan yang dilaksanakan untuk memperkokoh diri dan berpengaruh di masyarakat.

Ke dalam, mengadakan usaha-usaha dari dan untuk lingkungan sendiri seperti mengadakan kursus-kursus, mendirikan sekolah, bank dan sebagainya. Keluar, dengan memperkuat opini publik terhadap tujuan PNI antara lain melalui rapat-rapat umum dan penerbitan surat kabar Banteng Priangan di Bandung, dan Persatuan Indonesia di Jakarta. Kegiatan PNI ini cepat menarik massa dan hal ini sangat mencemaskan pemerintah kolonial Belanda. Pengawasan terhadap kegiatan politik dilakukan semakin ketat bahkan dengan tindakantindakan penggeledahan dan penangkapan. Dengan berkembangnya desas desus bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan, maka empat tokoh PNI yaitu Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkuprojo, Markun Sumodiredjo, dan Supriadinata ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Bandung. Dalam proses peradilan itu, Ir. Soekarno dengan kepiawaiannya melakukan pembelaan yang diberi judul “Indonesia Menggugat”. Penangkapan terhadap para tokoh pemimpin PNI merupakan pukulan berat dan menggoyahkan keberlangsungan partai. Dalam suatu kongres luar biasa yang diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April 1931, diambil keputusan untuk membubarkan PNI. Pembubaran ini menimbulkan pro dan kontra. Mr. Sartono kemudian mendirikan Partindo.

Sebagai Wujud Harapan Kartini Sebagai Wujud Harapan Kartini

Pergerakansosialis.com – Organisasi pergerakan Nasional telah menjadi wahana perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya melepaskan diri dari cengkraman penjajah Belanda. Perjuangan dengan organisasi menjadi pembeda dari perjuangan masa sebelumnya yang hanya mengandalkan kekuatan senjata. Gerakan politik yang mempunyai prinsip perjuangan non kooperatif : PKI, PNI, PNI Pendidikan , Partindo. Kebangsaan : PNI, PNI Pendidikan, Partindo, Parindra, BU, Gerindo, IP. Organisasi pergerakan yang bersifat etnik di Indonesia merupakan kelompok sosial dalam masyarakat yang berjuang menaikkan martabat bangsa dan membina rasa kebangsaan melalui gerakan sosial, ekonomi, budaya dan politik. Tujuan : Untuk mencapai kemajuan dan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan ditujukan untuk kegiatan Pendidikan dan budaya tidak politik. Tokoh : H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dam Abd. Tokoh: 3 Serangkai, (yaitu Suwardi Suryaningrat, Dr. IP dipandang sebagi oraganisasi yang betul-betul bercorak politik dan berprogram nasionalisme Indonesia. Tujuan IP: Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa intregritas semua golongan untuk memamjukan tanah air yang di landasi jiwa Nasional, dalam rangka mempersiapkan diri ke arah kehidupan rakyat yang merdeka. Pada tanggal: 11 Maret 1913 IP dinyatakan sebagai partai terlarang karena membahayakan kepentingan penjajah. Tiga Partai radikal yang menganut asas non kooperatif adalah PI, PNI, san PKI.

PI pada awalnya berdiri di Belanda tahun 1908, semula bernama Indishe Vereeniging (IV). Tujuan : membantu kepentingan para pemuda dan pelajaran yang berada di negeri Belanda. IV – Indonessiche Vereeniging hal ini dimuat dalam majalah Hindia Putra, Pimpinan Moh. Hatta dan A. Subarjo, tahun 1924 IV di ganti namanya perhimpunan indonesia majalah Indonesia merdeka. SI sayap kiri berhasil berkembang menjadi serikat rakyat. Tokoh: Mr. M. Syarifudin, M. Yamin, Mr Sartono, Dr. Berdiri di Jakarata 21 Mei 1939 Pemimpin adalah Moh. Husin Tamrin, Amir Syarifudin, Abi Kusno. Organisasi yang bersifat Etnik Kedaerahan. Berdirinya BU menandai kebengkitan Nasional Indonesia, setelah itu daerah – daerah bahkan Etnik tertentu mulai mendirikan organisasi seperti Jong Java, Jong Ambon, Persatuan Minahasa, Orang Jakarta, Sarekat Sumatra. Organisasi pergerakan pemuda yang pertama adalah Tri Koro Dharmo berdiri tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta. Tri Koro Dharma berati tiga tujuan mulia, yakni sakti, budi, dan bakti. Pemimpinnya adalah dr. R. Satiman Wiryosanjoyo. Tujuannya : mencapai Jawa Raya dengan jalan mempererat tali persaudaraan antar pemud membangkitkan rasa cinta tanah air, Bangsa dan Budaya.Tahun 1982 nama Tri Koro Dharmo di ubah menjadi Jong Java artinya Jawa Muda, dengan berdirinya Jong Java telah mendorong lahirnya organisasi pemuda. Gerakan kepanduan bertujuan : menghimpun, menggerakkan dan membawa para pemuda agar cakap dan terampil mengatur masalah kegidupan sehari – hari. Sebagai wujud cita cita kartini, para wanita di berbagai daerah mendirikan organsasi partai Mardika di Jakarta, tujuannya memajukan pengajaran anak – anak perempuan setelah berdiri organisasi keutamaan istri. Manifesto Politik adalah pernyataan terbuka dan tegas tentang tujuan maupun pandangan seseorang atau kelompok terhadap masalah negara. Indonesia atas dasar kekuatan sendiri.

Mereka juga mendiami wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Berkaitan dengan sejarah, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi Bukan hanya antar kelompok sukubangsa yang berbeda, tetapi meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Di Indonesia pada saat itu adalah sebuah wilayah dari kerajaan besar Mataram dan Kerajaan Sriwijaya mempengaruhi penyebaran agama Hindu-Budha sampai akhirnya agama Islam masuk dan banyak dipeluk oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, ini juga menjadi faktor penentu beragamnya budaya di Indonesia. Selain itu, labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang Gujarat dan pesisir Jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia.

Baca Juga : Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

Di samping karena sejarah demikian, letak Indonesia secara umum juga menjadi penyumbang kenapa terdapat beranekaragam budaya di Indonesia. Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai merauke menyimpan begitu banyak budaya. Hal inilah yang selanjutnya akan dipelajari pada sub materi selanjutnya. Dengan keanekaragaman kebudayaannya, Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Indonesia memang banyak dikenal dengan keanekaragaman budaya yang ada. Terdapat begitu banyak budaya yang ada. Kebudayaan itu sendiri sangat bermacam-macam, mulai dari teknologi, bahasa, kesenian, dongeng, atau tradisi daerah yang beragam. Setiap daerah di Indonesia, memiliki kebudayaan-kebudayaan itu dengan ciri khas masing-masing. Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman suku bangsa terbesar di dunia. Terdapat setidaknya 400 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas sosial, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa yang berbeda, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan, dan sebagainya. Akibatnya, laut wilayah Indonesia jatuh hingga 135 meter dengan laju penurunan 7-9 mm per tahun. Laju penurunan ini masih di luar persepsi manusia namun dalam jangka waktu panjang dapat terlihat jelas. Dalam 150 tahun misalnya, bibir pantai telah tertarik jauh karena penurunan 1 meter permukaan laut.

Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

Pergerakansosialis.com – Menurut Prof. Madya Dr Rohani Bin Abdullah (2003) berdasar buku beliau yang berjudul “Panduan Kognitif Kanak-kanak Prasekolah”, kognitif merujuk pada intelek atau pemikiran individu. Perkembangan kognitif memfokuskan kepada cara kanak-kanak belajar dan memproses maklumat. Hal ini bermaksud, ia adalah suatu proses memperkembangkan daya fikir atau membina pengetahuan kanak-kanak. Kemahiran kognitif ini penting untuk kelangsungan hidup seseorang individu.Perkembangan kognitif kanak-kanak memberi penekanan terhadap pembinaan pemikiran kanak-kanak.Ia berpusat kepada perubahan pemikiran kanak-kanak yang berlaku dalam satu peringkat perkembangan kepada yang seterusnya.Perkembangan kemahiran adalah berasaskan perubahan stuktur mental kanak-kanak yang melibatkan bahasa, imaginasi, mental, fikiran, penaakulan dan penyelesaian masalah kemahiran mengingat.Kita juga boleh mengukur perkembangan intelek mereka dengan melihat kemampuan mereka untuk menggunakan kemahiran berfikir mereka bagi menyelesaikan sesuatu masalah. Seperti yang kita sedia maklum, teori perkembangan kognitif dipelopori oleh tokoh yang tidak asing lagi bagi kita semua iaitu Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Teori-teori ini telah memainkan peranan penting di dalam membantu memahami cara kanakkanak berfikir dan bagaimana guru boleh memainkan peranannya di dalam perkembangan kognitif kanak-kanak Perkembangan kognitif kanak-kanak memberi penekanan terhadap pembinaan pemikiran kanak-kanak. Ia berpusat kepada perubahan pemikiran kanak-kanak yang berlaku daripada satu peringkat perkembangan kepada yang seterusnya.

2. 2 Teori-teori ini memainkan peranan penting dalam membantu kita menjadi bakal guru yang lebih memahami cara kanak-kanak berfikir sekaligus melatih kita dalam memainkan peranan dalam merangsang perkembangan kogniti kanak-kanak. 3. 3 2.0 JEAN PIAGET 2.1 Latar belakang Jean Piaget Jean Piaget dilahirkan di Neuchatel iaitu di Switzerland pada Ogos 1896 dan meninggal dunia pada September 1980. Beliau merupakan seorang ahli psikologi kanak-kanak yang terkenal. Beliau mendapat ijazah Ph.D dalam biologi tetapi setelah tamat pengajiannya, lebih berminat kepada psikologi. Berasaskan pemerhatian beliau yang sistematik ke atas tiga orang anaknya, beliau mengaplikasi prinsip dan kaedah biologi dalam mengkaji perkembangan manusia. Piaget merupakan seorang ahli biologi yang cukup terlatih. Pada pandangan Piaget, minda boleh berkembang, berubah dan dapat mengadaptasi masalah yang berlaku apabila berinteraksi dengan persekitaran. Piaget dan ahli psikologi kognitif sering kala dikenal sebagai ahli struktur disebabkan mereka mementingkan struktur pemikiran manusia (Gardner, 1973). Di usia remajanya beliau berminat dalam bidang biologi dan epistemologi iaitu suatu bidang ilmu dalam bidang falsafah yang banyak membicarakan tentang perkembangan dan perolehan pengetahuan manusia. Latar belakang beliau ini memberikan banyak sumbangan kepada bidang psikologi yang mula diceburi oleh Piaget setelah beliau bekerja dengan Binet untuk membentuk ujian kecerdasan mental.

4. 4 melihat pola-pola yang ditunjukkan oleh kanak-kanak apabila mereka memberikan sumbangan pengetahuan bagaimana proses pembentukan pemikiran berkembang di kalangan kanak-kanak. 2.2 Teori perkembangan Kognitif Jean Piaget Menurut Jean Piaget, kanak-kanak akan melalui peringkat-peringkat perkembangan yang sama tetapi pada usia yang berbeza-beza. Beliau berpendapat persekitaran tidak membentuk kognitif kanak-kanak, sebaliknya kanak-kanak membina persekitarannya. Keadaan ini berlaku melalui pelbagai proses penerokaan, manipulasi dan menilai persekitaran fizikalnya. Jean Piaget telah memperkenalkan empat konsep utama untuk menerangkan dengan lebih lanjut berkenaan skema, penyerapan, pengubahsuaian dan keseimbangan. Jadual : Konsep-konsep Asas Berhubung Dengan Teori Kognitif Piaget Konsep Takrif Skemata Struktur kognitif yang berubah untuk mengadaptasikan maklumat baru. Asimilasi Penerimaan maklumat baru sebagai selaras dengan skemata sedia ada. Akomodasi Pengubahsuaian skemata yang ada bagi menerima maklumat baru. Keseimbangan Gabungan proses asimilasi dan adaptasi yang membantu dalam keseimbangan terhadap pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman. Skema adalah struktur kognitif atau mental yang membolehkan individu mengurus dan menyesuaikan diri dengan keadaan persekitaran. Tambahan pula, skema adalah seperti sebuah kabinet menyimpan banyak fail dan setiap fail mewakili satu skema.

5. 5 dan semakin bayi itu membesar skema yang diperolehi semakin meningkat dan skema itu semakin diperhalusi. Skema juga adalah proses mencipta, memperhalus, membuat perubahan, menyusun dan mengurus. Apabila seorang bayi dilahirkan, skema sedia ada pada bayi itu ialah menghisap susu dan mengenggam dan apa sahaja benda yang dimasukkan ke dalam mulutnya akan dihisapnya. Seperti puting susu atau jari tangan, bayi berkenaan masih belum dapat membezakan yang mana satu akan mengeluarkan susu atau sebaliknya. Hal ini kerana terdapat satu skema sahaja iaitu menghisap. Namun, terdapat enam sub tahap pada peringkat ini dengan melihat kebolehan berdasarkan umur bayi. Dari lahir hingga satu bulan sub, dikenali sebagai refleks. Pada tahap ini bayi hanya mampu melakukan gerakan pantulan yang diwujudkan lahir melalui tingkah laku pendengaran, penyusunan, gerakan tangan iaitu genggaman dan sebagainya, penyesuaian, pandangan, pergerakan mata dan seterusnya. Gerakan ini belum dapat ditentukan perbezaannya. Sebahagian besar daripada gerakan ini dilakukan ialah untuk keperluan tertentu atau hanya sebagai gerakan pantulan sahaja. Menurut Dr. Nor Hashimah Hashim (2003) dalam buku Panduan Pendidikan Prasekolah, asimilasi merupakan proses kognitif di mana seseorang menyatukan maklumat-maklumat baru atau pengalaman-pengalaman baru ke dalam skema yang sedia ada, iaitu penyerapan (fitting) maklumat baru ke dalam struktur sedia ada. Contohnya, seorang kanak-kanak yang baru pertama kali melihat sebiji epal.Oleh itu, kanak- kanak tersebut akan menggunakan skema memegang (skema yang sedia ada) dan sekaligus merasanya.

Baca Juga : Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia Pada Masa Radikal

Orang yang suka mempertimbangkan pendapat, lebih menggunakan pengolahan secara sentral daripada mereka yang tidak suka akan hal tersebut. Tradisi SibernetikaTeori sibernetika menekankan hubungan timbal balik di antara semua bagian dari sebuah sistem. Ada dua genre teori sibernetika. Pertama, satu kelompok teoi yang berasal dari rubrik penggabungan informasi (informaation integration). Kedua, satu kelompok teori yang dikenal sebagai teori konsistensi (consistency theories). Adapun teri-teori komunikator dalam tradisi sibernetika dapat dikategorikan menjadi: Teori PenggabunganBerpusat pada cara kita mengakumulasi dan mengatur informasi tentang semua orang, objek, situasi dan gagasan yang membentuk sikap atau kecenderungan untuk bertindak dengan cara yang positif atau negatif terhadap sejumlah objek. Model ini bermula dengan konsep kognisi yang digambarkan sebagai sebuah kekuatan sistem interaksi. Terdapat dua variabel, yang mempengaruhi perubahan sikap. Pertama, valence (arahan) dan bobot yang Anda berikan terhadap informasi. Valence mengacu pada apakah informasi mendukung keyakinan Anda atau menyangkal mereka. Ketika informasi mendukung keyakinan Anda, maka informasi tersebut memiliki valence positif.

Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia Pada Masa Radikal Perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia Pada Masa Radikal

Pergerakansosialis.com – Masa pergerakan kebangsaan Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan modern. Masa pergerakan kebangsaan tersebut dibedakan menjadi 3 masa, yakni masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat. Budi Utomo berdiri atas prakarsa dan Dokter Wahidin Sudirohusodo yang berpendapat bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang maju pendidikan hams diperluas. Pendidikan ini dapat dilaksanakan dengan usaha sendiri tanpa menuntut pemerintah kolonial. Adapun caranya dengan membentuk Dana Pelajar. Gagasan Dokter Wahidin Sudirohusodo mi pun mendapat dukungan dan masyarakat luas. Pada akhir tahun 1907 Dr. Wahidin Sudirohusodo berpidato menyampaikan gagasan mi di depan mahasiswa Stovia (Sekolah Dokter Pribumi) di Jakarta. Pidato Dr. Wahidin Sudirohusodo mendapat tanggapan positif dan mahasiswa Stovia. Kemudian Sutomo seorang mahasiswa Stovia segera mengadakan pertemuan dengan teman-temannya guna membicarakan usaha memperbaiki nasib bangsa. Pada han Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta dan sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”. Tujuan Budi Utomo adalah mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan. Para mahasiswa Stovia yang tergabung di dalam Budi Utomo antara lain Sutomo sebagai ketua, M. Suradji, Muhammad Saleh, Ms. Suwarno, Sulaiman, Gunawan Mangunkusumo, Muhammad Sulaiman, dan Gumbreg.

Pada tanggal 5 Oktober 1908 Budi Utomo mengadakan kongres di Jogjakarta. Budi Utomo tidak ikut mengadakan kegiatan politik. Bergerak di bidang pendidikan sebagai pusat pergerakan. Jogjakarta ditetapkan sebagai pusat pergerakan. Wilayah pergerakan terbatas di Jawa dan Madura. Tirto Kusumo (Bupati Karanganyar). Sejak tahun 1915 kegiatan Budi Utomo berubah tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, tetapi bergerak dalam bidang politik. Kegiatan Budi Utomo dalam bidang politik adalah sebagai berikut. Ikut duduk dalam Komite Indie Weerbaar (Panitia Ketahanan Hindia Belanda) dan Indonesia. Ikut mengusulkan dibentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad). Tokoh Indonesia yang ikut duduk dalam Volksraad, yaitu S.Suryokusuma. Merencanakan program politik untuk mewujudkan pemerintahan parlemen berdasarkan kebangsaan. Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul Indonesia, maka pemenintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Han Kebangkitan Nasional. Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 1911. Tujuannya adalah memperkuat persatuan pedagang pribumi agar mampu bersaing dengan pedagang asing terutama pedagang Cina.

Namun pada tanggal 10 September 1912 SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Ruang gerak pergerakan ini lebih luas, tidak terbatas dalam masalah perdagangan melainkan juga bidang pendidikan dan politik. Anggota pergerakan ini tidak hanya terbatas dan kaum pedagang, tetapi kaum Islam pada umumnya. SI adalah organisasi yang bercorak sosial, ekonomi, pendid ikan, dan keagamaan, namun dalam perkembangannya SI juga bergerak di bidang politik. SI tumbuh sebagai organisasi massa terbesar pertama kali di Indonesia. Pada tanggal 20 Januari 1913 Sarekat Islam mengadakan kongres yang pertama di Surabaya. SI bukan partai politik dan tidak akan melawan pemerintah Hindia Belanda. Surabaya ditetapkan sebagai pusat SI. HOS Tjokroaminoto dipilih sebagai ketua. Kongres pertama mi dilanjutkan kongres yang kedua di Surakarta yang menegaskan bahwa SI hanya terbuka bagi rakyat biasa. Para pegawai pemerintah tidak boleh menjadi anggota SI karena dipandang tidak dapat menyalurkan aspirasi rakyat. Pada tanggal 17-24 Juni 1916 diadakan kongres SI yang ketiga di Bandung. Dalam kongres mi SI sudah mulai melontarkan pernyataan politiknya. SI bercita-cita menyatukan seluruh penduduk Indonesia sebagai suatu bangsa yang berdaulat (merdeka).

Baca Juga : Awal Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908 – 1920

Tahun 1917 SI mengadakan kongres yang keempat di Jakarta. Dalam kongres ini SI menegaskan ingin memperoleh pemerintahan sendiri (kemerdekaan). Dalam kongres mi si mendesak pemerintah agar membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad). SI mencalonkan H.O.S. Tjokroaminoto dan Abdul Muis sebagai wakilnya di Volksraad. Antara tahun 1917—1920 perkembangan SI sangat terasa pengaruhnya dalam dunia politik di Indonesia. Corak demokratis dan kesiapan untuk bcrjuang yang dikedepankan SI, ternyata dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh sosialis untuk mengembangkan ajaran Marxis. Bahkan beberapa pimpinan SI menjadi pelopor ajaran Marxis (sosialis) di Indonesia dan berhasil menghasut sebagian anggota SI. Pemimpin-pemimpin SI yang merupakan pelopor ajaran Marxis (sosialis) di antaranya Semaun dan Darsono. SI ini tetap berlandaskan nasionalisme dan keislaman. Tokohnya HOS Cokroaminoto dan H. Agus Salim serta Surya Pranoto. SI ini berhalauan sosialis kin (komunis) yang nantinya menjadi PKI. Tokohnya Semaun. Adapun pusatnya di Semarang. Pada Kongres nasional SI ketujuh di Madiun tahun 1923 SI diganti menjadi PSI atau Partai Sarekat Islam.

Awal Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908 - 1920 Awal Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908 - 1920

Pergerakansosialis.com – Pergerakan nasional lahir dari penderitaan rakyat. Bangsa Indonesia terbelakang disemua bidang. Mereka miskin, ekonominya dikuasai bangsa asing. Pendidikan indonesiapun tertinggal sebahagian besar rakyat masih buta huruf. Jumlah sekolah lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. Lagi pula tidak semua orang bebas memasuki sekolah. Rakyat biasa hanya bisa memasuki sekolah rendah pribumi. Murid-murid hanya diajar sekedar membaca, menulis dan berhitung, setelah tamat mereka hanya diangkat sebagai pegawai rendah dengan gaji yang kecil atau sedikit.Pendidikan yang memakai sistem barat hanya boleh diikuti oleh anak pegawai yang bergaji besar atau banyak, anak bangsawan atau anak orang kaya. Rakyat tidak mempunyai tempat untuk mengadu nasib. Penguasa-penguasa pribumi tidak berkuasa lagi. Raja-raja dan para Bupati hanya memerintah sesuai kehendak Belanda. Bahkan, banyak diantaranya dijadikan alat untuk menindas rakyat. Dalam keadaan seperti itu, golongan pelajar tampil kemuka. Mereka adalah orang-orang Indonesia yang mendapat pendidikan Barat. Mereka mempelopori dan memimpin pergerakan nasional. Mereka berjuang di berbagai bidang, ada yang berjuang di bidang politik, ekonomi, maupun di bidang pendidikan.

Tujuan perjuangan itu satu, yaitu mencapai kemerdekaanbangsa dan tanah air.Peristiwa-peristiwa di dalam negeri berpengaruh pula terhadap Pergerakan Nasional. Peristiwa itu antara lain kemenangan Jepang dalam perang melawan rusia pada tahun 1905, Jepang bangsa Asia sedangkan Rusia bangsa Eropa(barat). Kemenangan Jepang itu membuktikan bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa. Revolusi cina dan gerakan nsional India dan Filipina, mempengaruhi juga pergerakan nasional. Revolsi Cina meletus pada tahun 1911. Golongan nasionalis Cina berhasil mengalahkan Dinasti Manchu yang sudah lama menguasai negeri Cina. Dinasti Manchu bukan orang cina asli.Di India terjadi gerakan nasional menentang penjajahan Inggris. Pemimipin terkemuka India adalah Mahatma Gandhi.Di Filipina terjadi pula gerakan nasional menentang penjajahan Spanyol. Perasaan akan timbulnya nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama, bukan secara tiba-tiba. Nasionalisme tersebut masih bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional. Nasionalisme yang bersifat menyeluruh dan meliputi semua wilayah Nusantara baru muncul sekitar awal abad XX. Hal-hal yang kiranya dianggap perlu dalam mencapai sebuah tujuan adalah pergerakan nasional Indonesia dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.

Dalam makalah ini, kami akan berusaha membahas atau memaparkan berbagai masalah yang berkaitan dengan pergerakan nasional Indonesia yang dimulai dengan berdirinya organisasi-organisasi hingga perjuangan organisasi tersebut dalam memprjuangkan kemerdekaan bagi bangsa indonesia. 1. Pengertian Pergerakan Nasional ? 2. Faktor-faktor pendorong adanya Pergerakan Nasional ? 3. Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional yang ada di Indonesia? 1. Untuk mengetahui Pengertian Pergerakan Nasional. 2. Untuk mengetahui Faktor-faktor pendorong adanya Pergerakan Nasional. 3. Untuk mengetahui Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional yang ada di Indonesia. Maksud dari kata “Pergerakan” disini meliputi segala macam aksi dengan menggunakan “organisasi” untuk menentang penjajahan dan mencapai kemerdekaan. Dengan organisasi ini menunjuk bahwa aksi tersebut disusun secara teratur, dalam arti ada pemimpinnya, anggota, dasar, dan tujuan yang ingin dicapai. Istilah “Nasional” menunjuk sifat dari pergerakan, yakni semua aksi dengan organisasi yang mencakup semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kultural. Indonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya.

Kedua kerajaan tersebut, terutama Majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk senantiasa dapat menikmati kebesaran itu. Hal ini dapat menggugah perasaan nasionalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad XX. Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis. Politik devide et impera, monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan kerja rodi merupakan bencana bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan. Atas prakarsa para kaum intelektual, persatuan itu dapat diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern. Perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan senjata tetapi dengan menggunakan organisasi-organisasi pemuda. Perkembangan sistem pendidikan pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi di negeri Belanda. Tekanan datang dari Partai Sosial Demokrat yang di dalamnya ada van Deventer.