Sosial

Cara Menghindari Pergaulan Bebas – Pergaulan yang bebas seirngkali dapat menjerumuskan kita ke jalan yang salah. Bahkan dapat membuat kita menjadi orang jahat. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindarinya

1. Memperkuat Pendidikan Agama

Anak yang mempunyai dasar pendidikan agama serta moral yang kokoh tidak akan mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena ia tahu dan bisa membedakan hal yang benar dan salah. Pendidikan agama dan moral dapat memperkuat iman seseorang sejak dini. Jika sejak kecil seseorang telah tertanam mengenai pengertian benar dan salah, biasanya ia akan dapat menghindari pergaulan bebas yang jelas – jelas merupakan hal yang tidak benar.

Cara Menghindari Pergaulan Bebas

2. Membentuk Karakter yang Positif

Pembentukan 4 karakter manusia sejak kecil sangat diperlukan agar ia dapat menjadi pribadi yang kuat dan berpendirian kokoh, sehingga walaupun mempunyai kesempatan untuk hidup bebas, ia dapat mengendalikan dirinya. Teguh berpegang pada prindip hidup merupakan salah satu cara untuk menghindari pergaulan bebas.

3. Memilih Teman

Seperti telah disebutkan diatas, pemilihan teman yang kurang sesuai akan mempermudah seseorang terjerumus ke dalam pergaulan yang bebas. Karena itulah penting untuk memilih teman dan mengenali tipe kepribadian manusia yang sekiranya dapat memberikan pengaruh positif, seperti bagaimana cara menjadi pribadi yang menyenangkan .

4. Mempererat Hubungan Orangtua dan Anak

Hubungan orang tua dan anak yang erat secara langsung akan memberikan pengawasan yang lebih baik kepada anak. Jika anak dekat dan terbuka dengan orang tua, mereka akan dapat langsung bertanya mengenai berbagai macam persoalan bahkan yang dianggap sensitif dan tabu seperti seks bukannya mencari informasi yang bisa jadi menyesatkan pada pihak lain.

Baca Juga :Cara Seru Merayakan Kemerdekaan di Rumah

5. Memberikan Pendidikan Seks Pada Anak dan Remaja

Keingin tahuan remaja mengenai hal yang berkaitan dengan seksualitas terkadang tidak mendapatkan penyaluran yang benar, sehingga mereka terkadang akan mencari tahu melalui jalan yang salah. Informasi yang berkaitan dengan seksualitas sepatutnya didapatkan anak sejak dini, tentu saja disesuaikan dengan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan demikian mereka juga dapat mengetahui bahaya dan akibat dari pergaulan bebas.

6. Menghindari Lingkungan yang Tidak Kondusif

Setelah keluarga, tempat anak bersosialisasi adalah lingkungan. Jika anak berada pada lingkungan yang positif, yaitu yang memegang teguh maka ia juga akan mencontoh hal yang positif tersebut dan sebaliknya. Apabila anak berada pada lingkungan yang tidak kondusif maka pengaruh dari lingkungan tersebut bisa membuatnya menjadi berperilaku menyimpang dari norma sosial yang ada.

2 2

Cara Seru Merayakan Kemerdekaan di Rumah – Pada saat pandemi seperti saat ini, orang-orang hanya bisa menghabiskan waktu beraktivitas hanya dari rumah saja. Semasa pandemi, kita hanya bisa merayakan setiap perayaan hanya dari rumah saja. Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia juga sama hal nya.  Biasanya, pada hari kemerdekaan, kita akan merayakan dengan mengadakan lomba-lomba yang di lakukan bersama teman ataupun maskyarakat di sekitar rumah kita. Namun saat ini sudah berbeda, kita hanya bisa merayakan kemerdekaan dari rumah saja. Tenang saja, untungnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merayakan hari kemerdekaan di rumah yang pastinya tidak akan kalah seru di lakukan bersama orang rumah.
Berikut ulasannya

1. Berkreasi di Rumah
Merayakan Hari Kemerdekaan RI di rumahFoto: shutterstock
Hari kemerdekaan biasanya identik dengan aktivitas kreatif seperti pawai, membuat tumpeng, hingga menghias panggung untuk acara 17 Agustusan. Meski kali ini hari kemerdekaan hanya bisa dirayakan dari rumah, bukan berarti kamu harus berhenti berkreasi.

Kamu bisa melakukan aktivitas kreatif lainnya seperti menghias rumah dengan dekorasi ala kemerdekaan seperti bendera, gambar garuda, dan lainnya. Kegiatan ini tentunya akan semakin menambah momen perayaan kemerdekaan di rumah jadi lebih bermakna. Kamu juga bisa menghias rumah dengan produk lokal seperti lampion merah putih dari @lampionld, atau menghias dinding rumah dengan keramik lukis bernuansa batik khas Indonesia dari @caninapainting. Hadirkan juga dekorasi unik lewat koleksi furniture daur ulang yang bisa di-custom dengan nuansa merah putih di @galuh.creatives.

2. Lomba Virtual
Lomba 17-an memang jadi momen yang paling dinanti. Selain seru, hadiah-hadiah yang menarik juga membuat masyarakat tak sabar untuk mengikuti lomba. Di tengah pandemi saat ini, kamu bisa tetap menggelar lomba secara virtual bersama teman, kerabat, atau keluarga.

Selain itu, kamu juga dapat mengikuti lomba virtual yang digelar berbagai instansi. Salah satunya kompetisi #MelodiKemerdekaan dari Pesona Indonesia! Di kompetisi ini, kamu bisa berkreasi lewat video dengan menyanyikan salah satu lagu daerah #DiIndonesiaAja. Menariknya, kamu juga bisa berkesempatan memenangkan hadiah total jutaan rupiah.

Baca Juga : Macam-Macam dan Penjelasan Teori Gerakan Sosial

3. Nonton Film Lokal
Agar tak bosan rayakan kemerdekaan di rumah, kamu bisa coba nonton film karya anak bangsa. Apalagi saat ini kualitas film lokal tak kalah bagus dengan film internasional. Beberapa film yang bisa kamu tonton selama 17-an, antara lain 5 Cm, Aruna dan Lidahnya, dan Laskar Pelangi. Film-film ini tentunya akan membuat kamu merasa seperti berwisata keliling Indonesia. Pasalnya, film ini menyajikan keindahan alam Indonesia hingga lezatnya kuliner nusantara. Dijamin momen 17-an kamu jadi lebih seru meskipun di rumah saja.

4. Pakai Kostum Merah Putih
Belum lengkap rasanya kalau merayakan hari kemerdekaan tanpa mengenakan kostum merah putih. Warna ini memang sering dipakai saat 17-an karena menjadi simbol bendera merah putih dan kemerdekaan Indonesia. Buat kamu yang belum memilikinya, saat ini ada banyak UMKM lokal yang menghadirkan pakaian hingga masker berwarna merah, putih, atau merah putih.

5. Upacara Bendera Virtual
Peringatan HUT RI juda dapat kamu isi dengan mengikuti upacara bendera dari rumah. Biasanya, upacara Pengibaran Bendera Pusaka akan dilakukan di Istana Negara pada 17 Agustus pagi dan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Tak hanya bisa melihat proses pengibaran Sang Saka Merah Putih, kamu juga bisa melihat para pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Sebab, setiap tahunnya upacara akan dilakukan oleh Paskibraka yang berbeda-beda. Di sore hari, kamu pun bisa menyaksikan penurunan bendera merah putih.

1 1

Macam-Macam dan Penjelasan Teori Gerakan Sosial – Di Indonesia sebuah perbedaan pendapat sudah menjadi hal yang sangat wajar, karena setiap orang pasti memiliki pendapatnya masing-masing. Dalam perbedaan pendapat, pasti beberapa orang ada yang tidak senang, sehingga melakukan demo ataupun unjuk rasa. Gerakan sosial adalah sebuah kegiatan terencana yang dilakukan oleh sejumlah orang yang memiliki tujuan tertentu dengan untuk mencapai kepentingan bersama. Terdapat beberapa teori dalam memandang sebuah gerakan sosial. Berikut adalah beberapa teori dalam pergerakan sosial yang ada di Indonesia.

1. Resource Mobilization Theory

Dalam teori ini, istilah mobilization merujuk pada proses kontekstual yang terdiri atas proses pembentukan massa untuk mencapai tujuan tertentu sehingga dalam teori ini proses kontekstual dianalisis untuk dapat meraih misi gerakan sosial. Sebagai teori yang menekankan pada proses pembentukan massa, maka terdapat beberapa hal yang aktor penentu keberhasilan gerakan sosial, yakni: Organisasi Gerakan sosial. Pemimpin dan kepemimpinan. Sumberdaya dan mobilisasi sumberdaya. Jaringan dan partisipasi. Peluang dan kapasitas masyarakat.

2. Value-Added Theory

Teori ini menyatakan bahwa gerakan sosial adalah sesuatu yang kompleks dimana terdapat beberapa syarat agar hal tersebut dapat terjadi, yakni adanya kondusifitas dan ketegangan struktural. Kondusifitas struktural adalah kesadaran masyarakat atas suatu fenomena tertentu, sedangkan ketegangan struktural, yakni kondisi masyarakat yang mengalami ketegangan akibat tidak terpenuhinya harapan masyarakat atas suatu fenomena. Value-Added Theory berargumen bahwa gerakan sosial ada untuk mengurangi ketegangan struktural. Upaya penghilangan ketegangan ini dilakukan melalui penyebaran informasi terkait permasalahan tertentu dan tindakan massa yang ditempuh oleh mobilisasi aksi.

Baca Juga : Gerakan Sosial Tanpa Asap Rokok 

3. Emergent-Norm Perspective

Emergent-Norm Perspective adalah teori yang dikemukakan oleh Turner dan Killian pada 1972. Teori ini berargumen bahwa latar belakang terjadinya gerakan sosial adalah adanya norma baru yang muncul akibat perubahan tertentu. Teori ini berdasar pada perspektif bahwa norma adalah sesuatu yang terus berubah sehingga diperlukan gerakan sosial yang rasional sebagai respons atas perubahan baru yang bersifat ambigu. Emergent-Norm Perspective terjadi dalam beberapa tahap, yakni sebagai berikut: Individu menyadari bahwa dirinya tengah berada dalam situasi yang tidak diatur dalam norma yang telah ada sebelumnya. Sekumpulan individu dengan kesadaran bahwa tengah mengalami sebuah norma baru melakukan interaksi dan mengembangkan pedoman norma baru untuk merespon kejadian tersebut.

4. Assembling Perspective

Teori ini dipaparkan pertama kali oleh McPhail dan Miller pada 1973. Assembling Perspective memandang individu dalam sebuah kelompok gerakan sosial sebagai individu rasional yang berdiri sendiri, sedangkan kerumunan adalah kelompok yang secara aktif melakukan tindakan untuk tujuan kolektif. Terdapat sejumlah tahap dalam gerakan sosial dalam Emergent-Norm Perspective, yaitu: Assembling Processes, adalah tahap berkumpulnya tiap individu dalam sebuah kelompok. Gathering, adalah proses berkumpulnya kelompok-kelompok kecil agar dapat tergabung dalam sebuah kerumunan yang lebih besar. Masing-masing anggota kelompok tidak melakukan kegiatan yang sama persis dan tetap menjadi bagian atas diri individu. Dispersal Processes, adalah kondisi dimana kelompok mengalami membubarkan diri karena adanya perintah pihak lain atau persaingan antarkelompok.

5. New Social Movement Theory

New Social Movement Theory adalah teori yang berkembang di Eropa pada 1950-an dan 1960-an pada masa pasca-industri. Teori ini hadir saat isu-isu mengenai aspek humanis, kultural, dan nonmaterial sedang berkembang di Eropa. New Social Movement Theory lebih berfokus pada permasalahan mengenai hak asasi manusia. Contoh dari gerakan ini adalah gerakan legalisasi ganja, hak-hak transgender, dan feminisme. Terdapat beberapa karakteristik dalam New Social Movement Theory, yaitu : Gerakan sosial bersifat transnasional dimana isu dalam negara tertentu menjadi permasalahan global. Fokus pada perubahan kultural dan perbaikan lingkungan sosial dan fisik. Gerakan ini mendapat dukungan dari individu dengan latar belakang yang beragam tanpa adanya perbedaan kelas tertentu.