dinas sosial tenaga kerja dan penanggulangan bencana kota sukabumi kota sukabumi

Dukung Pergerakan Sosial Gabungan Scooterist Peduli Dukung Pergerakan Sosial Gabungan Scooterist Peduli
Pergerakansosialis.com – Tiada hari libur untuk sebuah pergerakan sosial di Sukabumi, kami para relawan kemanusiaan yang dihina ketika kami salah. Kami tidak pernah di puji ketika berhasil,namun semua itu bukan barometer bagi kami. Hal yang kami dan rekan rekan lakukan hanyalah sedikit pergerakan dan untuk memanusiakan manusia sebagai manusia. Hari ini Minggu 02-02-2020, gabungan scooterist peduli (GSP) posko Sukabumi menyampaikan amanah yang begitu besar dari para dermawan yang telah mengorbankan sebagian harta nya untuk kelangsungan hidup ibu Murah. Alamatnya berlokasi di Kampung Cikate, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Tindakan yang telah dilakukan merupakan bukti tulus dari hati bahwa di sekitar kita masih ada yang perlu dibantu dan masih memerlukan apa yang dibutuhkan. Mudah mudahan pergerakan ini bukan hanya ajang kompetisi pegiat sosial yang ada kami ingin bersinergi agar pergerakan kemanusia an ini tetap berjalan dan panjang umur selalu. Untuk donasi dan bantuan bisa menghubungi Sekre Forum Komunikasi Vespa Independent Sukabumi Bersatu (FK – VISB). Jalan raya cibolang Cisaat Sukabumi depan pom bensin.

Perhimpunan Indonesia menjadi organisasi politik bersifat radikal setelah mendapat banyak pengaruh dari tokoh pergerakan nasional, Mohammad Hatta. Ia berhasil merangsang inteletual rekan-rekannya dan menumbuhkan semangat nasionalisme menentang penjajahan Belanda. Kegiatn politik Perhimpunan Indonesia yang utama adalah menyebarkan semangat persatuan untuk mmenentang penjajahan Belanda. Penyebarluasan itu dilakukan lewat majalah Indonesia Merdeka. Perjuangan politik tidak hanya terbatas di negara Belanda dan Indonesia, melainkan di forum internasional. Partai Nasional Indonesia didirikan di Bandung pada 4 juli 1927 oleh Ir. Soekarno. Tujuan PNI yaitu mencapai Indonesia merdeka yang dilakukan atas usaha sendiri. Asas PKI bersandarpada 3 tiga pokok perjuangan,sebagai berikut. Nonkoorperasi memiliki makna tidak bersedia bekerja sama dengan pemerintah kolonial dan hanya mengakui pemerinah yang lahir dari rakyat sendiri. Marhaenisme,yakni ajaran yang berkeinginan mengangkat rakyat yang melarat. Keanggotan PNI bersifat terbuka, semangat nasionalisme yang dikobarkan PNI telah mengkhawatirkan posisi penjajah Belanda. Hal ini dikarenakan semangat tersebut memungkinkan timbulnya gerakan radikalisme. Pemerinah Hindia Belanda mengawasi secara ketat perkembangan PNI.Propaganda-propaganda Bung Karno yang menarik mendapat dukungan dari masyarakat.

Hal iniyang menyebabkan PNI berkembang pesat. Melihat keadaanini, Gubernur Jenderal dalam pembukaan Sidang Dewan Rakyat (15 Mei 1928) memandang perlu memberi peringatan kepada pemimpin PNI. Akan tetapi, para pemimpin PNI tidak menghiraukan peringatan itu. Pada bulan Juli 1929 tersiar kabar yang bersifat provokasi,bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan pada awal tahun1930. Berdasarkan berita tersebut, pemerintah melakukan penangkapan terhadap pemimpim-pemimpin PNI, yaitu Ir. Soekarno, Maskun, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata. Penangkapan itu dilakukan pada tanggal 24 Desember 1929. Ir. Soekarno ditangkap sepulang dari menghadiri kongres PPPKI di Surabaya (pada waktu itu ia masih ada di Yogyakarta). Perkara Ir. Soekarno dan kawan-kawannya baru sembilan bulan kemudian diajukan ke Pengadilan Landraad Bandung. Dalam persidanganyang digelar di Pengadilan Bandung,Ir. Soekarno menyampaikan pembelaan melalui tulisan yang berjudul Indonesia Menggugat. Pengadilan tidak dapat membuktikan kesalahan Ir. Soekarno. Meskipun demikan, pemerintah kolonial Belanda tetap menjatuhkan hukuman penjara terhadap dirinya. PNI pada tahun 1931 bubar, kemudian berdirilah partai baru Partai Indonesia (Partindo) pimpinan Mr. Sartono dan PNI Baru pimpinan Moh. Ia mendirikan organisasi dengan nama Indischa Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) pada bulan Mei 1914. Anggota ISDV kebanyakan terdiri atas orang-orang Belanda dan beberapa orang Indonesia seperti Semaun, Alimin,dan Darsono. Tahun 1925 Indische Vereeniging berubah menjadi Perhimpunan Indonesia dengan tujuannya Indonesia merdeka.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh aktivis PI Belanda maupun di luar negeri, diantaranya ikut serta dalam kongres Liaga Demikrasi Perdamaian Internasional tahun 1926 di Paris, dalam kongres itu Mohammad Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan akan kemerdekaan Indonesia. Aksi-aksi yang dilakukan menyebabkan Hatta dkk. Belanda. Karena dituduh menghasut untuk pemberontakan terhjadap Bealnada maka tahun 1927 tokoh-tokoh PI diantaranya M. Hatta, Nasir Pamuncak, Abdul Majid Djojonegoro dan Ali Sastroamijoyo ditangkap dan diadili. Tindakan-tindakan PI dapat dikatakan radikal. Radikal adalah suatu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan secara keras. Pada 23 Mei 1920 PKI berdiri di Semarang. Tujuan PKI adalah melaksanakan garis politik yang ditetapkan komunisme internasional (komintern) ddengan cara mengusir penjajah Belanda dan mendirikan negara komunis Indonesia. Untuk memperbanyak anggota dan menyebarkan komunisme, PKI melakukan penyusupan kedalam tubuh Sarikat Islam (SI). Setelah merasa memperoleh kemajuan yang pesat PKI segera merencanakan suatu pemberontakan terhadap Belanda. Pada 13 November 1926 PKI menyerang keduduknan Belanda di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur. Belanda dapat menumpas pemberontakan PKI.

Baca Juga : Sejarah Pergerakan Nasional Pada Masa Pendudukan Jepang

Strategi perjuangan moderat dengan taktik koorperasi (bekerja sama) mulai dilaksanakan tahun 1930. Pada masa itu partai-partai berupaya menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah Belanda. Kedekatan partai-partai politik dengan pemerintah kolonial Belanda hanyalah sebuah taktik perjuangan, sebab tujuan dari taktik ini tidak berubah,yakni tetapa berusaha mencapai Indonesia merdeka. Pemerintah Belanda melakukan tindakan keras dengan cara menangkap tokoh-tokoh kaum pergerakan. Anggota-anggota polisi rahasi banyak mematai gerak-gerik setiap tokoh pergerakan. Mereka melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap seorang atau kelompok yang dicurigainya. Belanda secara terbuka menyatakan bahwa keberadaan suatu partai politik tidak mempunyai arti lagi. Selainitu sekolah swasta nasional yang dapat melahirkan pemimpin nasionalis berbahaya ditutup Belanda, dengan dikeluarkannya Wilde Scholen Ordonantie (Ordonansi Sekolah Liar). Media komunikasi massa yang menyuarakan semangat bangsa pun dibredel. Tindakan-tindakan pemerintah kolonial Belanda tersebut amat merugikan kelangsungan dan kegiatan organisasi-organisasi pergerakan nasional. Partai-partai politik jadi kehilangan kontak dengan rakyat,begitu pula sebaliknya rakyat yang membutuhkan koordinasi gerakan melalui partai politik. Kelompok organisasi yang perjuangannya bersifat moderat antara lain Budi Utomo, Persatuan Bangsa Indonesia, Parindra, Gerindra. Kemoderatan organisasi tersebut tercemin dari ikut sertanya dalam Dewan Rakyat (Volksraad).